Seorang pria berusia 30 tahun bernama Ye Lin, warga negara Myanmar, didakwa di Singapura setelah menyebarkan gambar buaya hasil kecerdasan buatan (AI) yang disebut terjadi di Waduk Pandan. Gambar palsu itu memicu operasi pencarian buaya dan penghentian sementara seluruh aktivitas air di kawasan tersebut.
Kasus ini dibawa ke pengadilan pada Selasa (29/9/2026). Menurut BBC, Sabtu (3/10/2026), Ye Lin menghadapi dua dakwaan, yakni menyebarkan pesan palsu dan menghalangi proses peradilan.
Di hadapan hakim, melalui penerjemah, Ye Lin menyatakan berniat mengakui kesalahan dan tidak akan menggunakan jasa pengacara.
Dokumen pengadilan mencatat, sekitar pukul 15.00 pada 20 Agustus, Ye Lin diduga mengirimkan gambar buaya hasil AI yang disebut diambil di Waduk Pandan kepada seseorang bernama Min Min Oo. Dokumen tidak menjelaskan hubungan keduanya, sementara keterangan polisi pada Senin menyebut gambar itu dikirim ke rekan kerjanya.
Pada hari berikutnya, ia diduga menghapus gambar tersebut beserta riwayat aktivitas di aplikasi Gemini AI dari telepon selulernya. Tindakan ini menjadi dasar dakwaan menghalangi proses peradilan.
Pada 20 Agustus, Badan Utilitas Publik (PUB) menerima laporan penampakan buaya di Waduk Pandan. PUB kemudian memberi tahu Dewan Taman Nasional Singapura untuk melakukan operasi pencarian dan penangkapan di area waduk.
Asosiasi Dayung Singapura dan Federasi Kano Singapura turut diminta menghentikan seluruh kegiatan air sementara waktu selama pencarian berlangsung.
Sehari kemudian, 21 Agustus, PUB mengumumkan bahwa foto buaya yang beredar adalah palsu. Laporan polisi kemudian dibuat, dan aktivitas air di Waduk Pandan kembali dibuka.
Advertisement
Polisi Peringatkan Penyebar Hoaks Buaya
Dalam pernyataan pada Senin, kepolisian menegaskan tidak akan ragu menindak siapa pun yang menyebarkan informasi palsu.
"Selain menimbulkan ketakutan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat, informasi palsu semacam itu juga menyebabkan sumber daya publik dikerahkan secara tidak perlu untuk menangani insiden tersebut," kata kepolisian.
Ye Lin dijadwalkan kembali menjalani persidangan pada 10 November.