Six Flags Magic Mountain di California, Amerika Serikat, menutup permanen X2, salah satu roller coaster populernya, setelah lebih dari 100 pengunjung mengaku mengalami cedera otak usai menaikinya.
Dikutip dari BBC, Sabtu (3/10/2026), X2 merupakan atraksi unggulan dengan kursi yang dapat berputar hingga 360 derajat dan kerap memicu antrean panjang. Wahana ini telah berhenti beroperasi sejak Juli lalu.
Pihak taman menyebut X2 telah melewati beragam pengujian keselamatan. Meski demikian, perusahaan memutuskan memensiunkan wahana tersebut karena menilai langkah itu sebagai "hal yang benar untuk dilakukan".
"Keselamatan wahana adalah landasan bisnis kami, dan ketika kami melihat kepercayaan tamu terdampak, kami menanggapinya dengan serius," ujar Presiden Six Flags Magic Mountain Brian Oerding saat mengumumkan penutupan pada Selasa.
Keputusan tersebut diambil di tengah gugatan perdata dan pemberitaan mengenai klaim cedera otak setelah menaiki X2. Salah satu firma hukum yang mewakili penggugat menilai langkah itu datang "terlambat" bagi klien mereka.
Dordick Law Corporation menyatakan telah dihubungi sekitar 400 orang yang mengaku mengalami cedera dan meyakini kondisinya dipicu oleh X2.
"Mereka menaiki X2 dengan harapan mendapatkan sensasi mendebarkan. Sebaliknya, mereka pulang dengan cedera otak yang parah," kata firma hukum tersebut dalam sebuah pernyataan.
Menurut firma itu, sebagian korban membutuhkan operasi otak darurat, sementara lainnya masih berjuang memulihkan kehidupan mereka. Firma tersebut menyambut penutupan X2 demi melindungi pengunjung di masa mendatang, namun menegaskan keputusan ini tidak mengubah kondisi orang-orang yang sudah mengalami cedera.
Advertisement
Beroperasi Sejak 2002, Berganti Nama Jadi X2
X2 awalnya bernama X dan mulai beroperasi pada 2002. Beberapa bulan kemudian, wahana itu ditutup untuk menjalani perbaikan akibat masalah desain, menurut Los Angeles Times.
Pada 2007, wahana kembali ditutup untuk mengganti rangkaian kereta dengan versi yang lebih ringan.
Setahun setelahnya, wahana dibuka kembali dengan nama X2. Sejak itu, lebih dari 16 juta orang disebut telah menaiki X2, menurut pihak taman hiburan.
Sementara itu, firma hukum yang mewakili keluarga Christopher Hawley, pria berusia 22 tahun yang meninggal setelah menaiki X2 pada 2022, menyatakan penutupan wahana tersebut belum cukup.
Pengacara Brent Wisner dari Wisner Baum LLP menyebut keluarga Hawley lega mendengar Six Flags akhirnya menutup X2. Namun, keputusan itu tidak mengubah kenyataan bahwa Christopher Hawley meninggal akibat roller coaster berbahaya yang tetap dioperasikan selama hampir dua dekade.
Keluarga Hawley telah menyelesaikan gugatan kematian akibat kelalaian terhadap taman hiburan tersebut pada Agustus.
"Tragedi itu tidak dapat dibatalkan," kata Wisner dalam pernyataan kepada BBC.
Ia menyerukan reformasi hukum, regulasi yang lebih proaktif, serta pengawasan pemerintah yang memadai.
"Kita tidak bisa mengandalkan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan untuk melakukan hal yang benar hanya setelah cukup banyak orang terluka," ujar Wisner.
"Kami berharap apa pun yang menggantikan X2 nantinya aman," tambahnya.