Sebuah penemuan makam tersembunyi yang diduga belum tersentuh selama 600 tahun terungkap di La Libertad, Peru. Kementerian Kebudayaan mengumumkannya pada 8 September melalui X; tim arkeolog menemukan makam utuh yang diperkirakan milik tokoh terkemuka dari kerajaan Chimu, peradaban yang berkuasa sekitar 900 hingga 1470 M, dikutip dari People, Sabtu (3/10).
Menurut The New York Times, total 38 orang dimakamkan di kompleks tersebut. Ruang utama berisi satu jasad, sementara area lain menyimpan senjata, lambang logam, serta kerangka dari orang-orang lain.
Jejak pigmen merah, kemungkinan sinabar yang merupakan mineral sulfida merkuri, juga ditemukan pada beberapa tengkorak. Menurut kementerian, bahan kimia ini dianggap sebagai "pigmen suci".
"Pigmen tersebut digunakan pada keramik, mural, pada tubuh para prajurit, dalam ritual pengorbanan, dan pada topeng pemakaman yang menutupi tubuh dan wajah jasad," tutur kepala penelitian Chan Chan Henry Gayoso Rullier kepada surat kabar The Art.
Gayoso Rullier menambahkan bahwa sinabar sangat berkaitan dengan upacara pemakaman kaum elit Chimu.
Advertisement
Penemuan Puluhan Keramik dan Artefak Logam
Selain itu, menurut Kementerian dan Majalah Arkeologi, para peneliti menemukan 60 potongan keramik yang diyakini mengikuti gaya arsitektur peradaban Inca, beserta artefak dari emas, tembaga, dan kerang.
Arkeolog sekaligus kepala Proyek Investasi Kompleks Arkeologi Chan Chan, Jorge Meneses, menjelaskan makam tersebut memiliki tangga sepanjang 2,4 meter yang mengarah ke ruang tengah, lokasi banyak harta ditemukan. Ia menambahkan ruang-ruang samping berukuran panjang 7,9 meter dan lebar 1,2 meter.
"Apa yang kami ketahui sebelumnya berasal dari platform-platform yang telah dijarah. Hari ini kami memiliki kesempatan bersejarah untuk mempelajari individu dan artefak dalam kondisi utuh setelah 600 tahun," ujar Jorge Meneses dalam pernyataan yang diunggah oleh pejabat terkait di media sosial.
"Ini benar-benar terasa seperti peti harta karun," tutur Dr. Prieto, profesor antropologi di Florida yang tidak ikut dalam penggalian, kepada The Times.
Menurut Smithsonian, sebagian tulang dilaporkan tidak lagi berada di makam. Para peneliti menduga tulang-tulang itu mungkin sempat dikuburkan kembali atau diambil kemudian; praktik semacam ini bukan hal langka di masyarakat Andes, yang terus berinteraksi dengan jenazah leluhur melalui pemujaan.