Tim ilmuwan China melaporkan temuan tiga eksoplanet yang bertahan di dekat bintang-bintang tua pada wilayah yang selama ini dipandang berbahaya, sehingga menantang pemahaman tentang evolusi planet di sekitar bintang menua. Tim peneliti mengatakan kepada Global Times pada Rabu bahwa ketiganya memunculkan anomali yang perlu diteliti lebih lanjut.
Dikutip dari Global Times, Minggu (1/11), seperti Matahari, sebagian besar bintang memancarkan cahaya dan panas dari reaksi fusi hidrogen menjadi helium di intinya. Saat cadangan hidrogen habis, bintang akan mengembang drastis menjadi raksasa merah, dengan volume bisa meningkat hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan kali dari ukuran awalnya.
Qian Shengbang, profesor Fakultas Fisika dan Astronomi di Universitas Yunnan sekaligus ketua tim, menjelaskan bahwa planet-planet di sekitarnya menghadapi dua kemungkinan: ditelan oleh atmosfer bintang yang terus mengembang, atau perlahan tertarik ke arah bintang akibat gaya pasang surut hingga akhirnya jatuh ke dalamnya.
Berbeda dari skenario tersebut, tim ini mengidentifikasi tiga eksoplanet yang tampaknya berhasil bertahan di zona yang oleh model saat ini diprediksi berbahaya. Para peneliti memastikan bintang induk ketiga planet itu telah memasuki fase pembakaran helium di inti setelah melewati fase raksasa merah—tahap di mana, pada jarak orbit saat ini, planet-planet tersebut semestinya sudah tertelan.
Temuan tersebut memunculkan "paradoks kelangsungan hidup" yang menantang model evolusi bintang dan planet yang berlaku. Tim menilai ditemukannya beberapa contoh sekaligus mengindikasikan fenomena ini bukan kasus terisolasi dan perlu penelitian lanjutan untuk mengungkap mekanisme fisik yang mendasari.
"Jika di masa lalu kita hanya menemukan satu planet yang masih bertahan, kita mungkin masih bisa menjelaskan sebagai kejadian betulan. Namun, penemuan tiga 'penyintas yang beruntung' sekaligus menunjukkan bahwa ini bukanlah kasus yang terisolasi dan mungkin ada mekanisme fisik mendasar yang sama pada ketiganya," ujar Qian.
Advertisement
Masa Depan Bumi dan Pertanyaan dari Temuan Tim China
Penemuan ini memantik pertanyaan tentang masa depan tata surya. Dalam beberapa miliar tahun, Matahari diperkirakan memasuki fase raksasa merah.
Menurut Qian, teori-teori tradisional menyebut Bumi kemungkinan besar akan ditelan oleh Matahari yang mengembang. Namun, temuan terbaru ini menyoroti kompleksitas interaksi antara bintang menua dan planet-planetnya, berpotensi memberi wawasan baru tentang kemungkinan kelangsungan hidup planet—meski tidak serta-merta mengubah prediksi tentang nasib Bumi.
Langkah awal tim adalah menganalisis perubahan halus kecerahan bintang induk ketiga eksoplanet—24 Boo, HD 12648, dan TYC 4282-605-1—menggunakan data satelit dan asteroseismologi. Analisis ini mengonfirmasi bahwa bintang-bintang tersebut telah memasuki tahap pembakaran helium di inti.
Di antara planet-planet itu, 24 Boo b mengitari bintang induknya sekitar setiap 30 hari pada jarak orbit hanya 18 persen dari jarak Bumi–Matahari. Tim menyebut 24 Boo b sebagai eksoplanet terdekat yang diketahui mengorbit bintang raksasa gugus merah.
Berikutnya, peneliti menggunakan model untuk merekonstruksi seberapa jauh ketiga bintang tersebut mengembang dalam perjalanan evolusinya di masa lalu, lalu membandingkannya dengan orbit planet-planet saat ini.
Hasil perbandingan menunjukkan ketiga planet kini berada di wilayah yang secara teoretis seharusnya sudah membuat mereka tertelan oleh bintang induknya. Namun, ketiganya masih bertahan hingga sekarang.
Temuan ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "The Survival Paradox of Close-In Planet Orbiting Red Clump Giants."
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1517123/original/043413000_1487843957-NASA-Temukan-Planet-Mirip-Bumi-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328469/original/086376100_1787196258-eb3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2773766/original/082097700_1554796758-20190409-Saat-Warga-Yahudi-Ortodoks-Beri-Suara-dalam-Pemilu-Israel2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163197/original/084889000_1779952982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385054/original/048696800_1793231294-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386868/original/031667200_1793402430-india_helicopter_crash_97423.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)