Hujan es disertai angin kencang menerjang sejumlah pekon di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Cuaca ekstrem ini menyebabkan sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) tertimpa pohon tumbang dan beberapa rumah warga mengalami kebocoran atap.
Peristiwa sekitar pukul 15.00 WIB itu mengejutkan warga setempat karena butiran es turun bersamaan dengan hujan deras.
Dalam video yang diterima, terlihat butiran es jatuh mengikuti derasnya hujan. Sesaat setelah reda, warga menemukan butiran es mengumpul di sejumlah titik.
Wahdi, warga Balik Bukit, menyebut hujan es terjadi di beberapa pekon. Ia menuturkan fenomena serupa tidak muncul meski dua hari terakhir kawasan tersebut diguyur hujan.
"Sudah dua hari hujan, tapi enggak disertai es. Baru hari ini yang ada esnya," kata Wahdi, Minggu (1/11/2026).
Menurut Wahdi, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar 30 menit sebelum cuaca kembali membaik.
"Sudah reda hujannya, hanya sekitar 30 menitan yang kencang. Kalau sekarang sudah reda, sudah terang lagi," ujarnya.
Ia memperkirakan butiran es yang berjatuhan berdiameter sekitar 2 sentimeter atau sebesar kerikil.
Advertisement
Pemicu Hujan Es
Prakirawan BMKG Lampung, Arief Pangestu, menjelaskan hujan es merupakan fenomena meteorologis yang dapat muncul akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara intens.
"Awan tersebut memiliki arus udara naik atau updraft yang kuat. Arus ini mampu membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku hingga membentuk partikel es. Butiran es kemudian mengalami proses pembesaran di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es," jelasnya.
Menurut Arief, kondisi atmosfer yang tidak stabil, ketersediaan uap air, serta faktor lokal seperti topografi wilayah Lampung Barat dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat.
Fenomena hujan es umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan hanya melanda wilayah yang relatif terbatas.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Jika terjadi hujan es, masyarakat disarankan segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menghindari aktivitas di ruang terbuka. Kemudian, menjauhi pohon, papan reklame, serta jaringan listrik ketika angin kencang dan petir terjadi," tandasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387754/original/043444900_1793541820-1001814044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387778/original/029942200_1793546849-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_22.27.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387799/original/067611400_1793550394-153699.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387779/original/008669000_1793546920-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_22.28.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387766/original/057896700_1793543278-153590.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4176575/original/025928800_1664527585-DPR_LAKUKAN_UJI_KELAYAKAN_CALON_KOMISIONER_KOMNAS_HAM-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4263103/original/002442900_1671164554-ilustrasi_bayi.jpeg)