Jumlah korban tewas akibat wabah ebola Kongo di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah melampaui 5.000 orang. Data pemerintah yang dirilis pada Jumat dan dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/11), menyebut otoritas setempat belum mampu mengendalikan wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Sejak dinyatakan pada Mei, Ebola telah menginfeksi lebih dari 10.000 orang di DRC. Penyebaran masih berlangsung dan otoritas kesehatan terus menghadapi lonjakan kasus baru.
Wabah ini dipicu strain Bundibugyo, salah satu varian virus Ebola yang langka. Hingga kini belum ada pengobatan maupun vaksin yang disetujui untuk melawan strain tersebut.
Laju penyebaran tercatat lebih cepat dibandingkan wabah-wabah sebelumnya. Keterlambatan dalam mendeteksi kasus, konflik berkepanjangan, serta layanan kesehatan yang terbebani disebut mempercepat penularan. Sejauh ini, virus telah menjangkau delapan dari 26 provinsi di DRC.
Kasus juga terdeteksi di negara-negara tetangga. Pekan lalu, Nigeria menjadi negara Afrika keempat yang melaporkan kasus Ebola, memperluas jangkauan wabah hingga Afrika Barat. Di Afrika Timur, Kenya dan Uganda turut melaporkan kasus.
Sejumlah pemerintah mulai membatasi perjalanan ke negara-negara terdampak atau mengarantina pelancong yang baru saja mengunjungi maupun transit di wilayah tersebut. Pada Jumat, Arab Saudi menangguhkan perjalanan ke dan kedatangan dari Kenya, menurut kantor berita Saudi Press Agency.
Kebijakan itu mencakup penghentian perjalanan warga negara Arab Saudi ke Kenya serta penangguhan penerbitan seluruh jenis visa bagi pelancong dari negara tersebut.
Arab Saudi juga melarang masuk pelancong yang datang dari Kenya. Larangan ini turut berlaku bagi mereka yang transit melalui negara ketiga, tetapi pernah tinggal di Kenya atau negara lain yang terdampak Ebola dalam 21 hari sebelumnya. Pada Juni, Arab Saudi telah lebih dulu menangguhkan perjalanan ke dan kedatangan dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan.
Wabah Ebola tahun ini disebut sebagai yang terbesar kedua sepanjang sejarah. Epidemi pada 2014–2016 masih menjadi yang terbesar, dengan lebih dari 28.600 infeksi dan lebih dari 11.000 kematian di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328469/original/086376100_1787196258-eb3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2773766/original/082097700_1554796758-20190409-Saat-Warga-Yahudi-Ortodoks-Beri-Suara-dalam-Pemilu-Israel2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163197/original/084889000_1779952982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385054/original/048696800_1793231294-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386868/original/031667200_1793402430-india_helicopter_crash_97423.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2328078/original/030038300_1534145785-20180811-Ribuan-Orang-Menari-di-Pusat-Kota-Switzerland-AP-1.jpg)