Swiss Aktifkan Lagi Misi di Pyongyang, Ini Penjelasan Menlunya

Swiss membuka kembali misi diplomatik di Pyongyang. Menlu Ignazio Cassis menekankan pentingnya dialog untuk stabilitas. Status kantor masih belum diumumkan.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Swiss Aktifkan Lagi Misi di Pyongyang, Ini Penjelasan Menlunya
Pemandangan udara dari ratusan ribu peserta peserta menari di jalanan pada festival musik dansa tahunan, Street Parade ke-27, di pusat kota Zurich, Swiss, 11 Juli 2018. Tema Street Parade tahun ini adalah Budaya Toleransi. (Ennio Leanza/Keystone via AP)

Swiss membuka kembali misi diplomatiknya di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pada Kamis (29/10). Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis menyebut langkah ini sebagai upaya konkret untuk memperkuat dialog langsung demi mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (30/10/2026), Cassis menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform X dan menegaskan pembukaan kembali kantor diplomatik itu ditujukan untuk memperkuat komunikasi langsung dengan Korea Utara.

"Dialog tetap penting bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan," tulis Cassis.

Belum diketahui apakah kantor yang kembali beroperasi itu berstatus kedutaan besar penuh atau misi diplomatik dengan tingkat perwakilan yang lebih rendah.

Swiss dikenal dengan kebijakan netralitas internasional yang telah lama dijalankan. Hubungan diplomatik antara Swiss dan Korea Utara pertama kali terjalin pada 1974.

Rekomendasi