Militer Korsel Deteksi 10 Rudal Korea Utara Usai Lawatan Kim ke China

Militer Korsel mencatat sekitar 10 rudal Korea Utara meluncur ke timur usai lawatan Kim ke China. Ada apa di perbatasan dua Korea?

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Militer Korsel Deteksi 10 Rudal Korea Utara Usai Lawatan Kim ke China
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengamati uji peluncuran rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal dari kapal perusak Choe Hyon di Korea Utara pada 12 April 2026. (Dok. KCNA)

Militer Korea Selatan melaporkan rentetan rudal Korea Utara ke arah perairan timur pada Kamis, beberapa hari setelah Kim Jong Un berkunjung ke China. Peluncuran ini terjadi di tengah ketegangan yang kembali meningkat di kawasan perbatasan.

Insiden tersebut berlangsung tak lama setelah Pyongyang mengancam mengaktifkan kembali siaran propaganda melalui pengeras suara dan menempatkan sistem persenjataan baru di sepanjang garis depan. Korea Selatan menyebut kesiapan tempur tetap dijaga dan koordinasi erat dilakukan bersama Amerika Serikat, menurut APNews, Jumat (30/10/2026).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ditembakkan dari Wonsan, pesisir timur Korea Utara. Setiap rudal menempuh jarak sekitar 250 kilometer. Kementerian Pertahanan Jepang juga melaporkan dugaan peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara.

Ketegangan antar-Korea meningkat sejak ledakan ranjau darat di perbatasan bulan lalu yang melukai tiga tentara Korea Selatan. Seoul menuduh Pyongyang menanam ranjau di sisi selatan Garis Demarkasi Militer dan menuntut permintaan maaf, sementara Korea Utara membantah serta memperingatkan akan membalas jika diprovokasi.

Pekan lalu, Korea Utara menyatakan akan kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara dan menyiagakan sistem persenjataan baru di sepanjang perbatasan. Pyongyang menyebut langkah itu sebagai protes atas tembakan peringatan berulang oleh pasukan Korea Selatan di wilayah perbatasan.

Korea Selatan telah mengusulkan pembicaraan untuk memperjelas garis batas demi mencegah bentrokan yang tidak disengaja, namun hingga kini Korea Utara belum merespons. Dalam kunjungan ke sebuah kota perbatasan Korea Selatan awal pekan ini, jurnalis Associated Press melihat sejumlah meriam artileri Korea Utara di seberang perbatasan yang sebelumnya tidak terlihat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga meningkatkan pemasangan ranjau, pagar kawat berduri, dan infrastruktur pertahanan lain di sepanjang perbatasan sejalan dengan kebijakan Kim Jong Un untuk memutus hubungan dengan Korea Selatan. Seoul menyatakan pasukan Korea Utara berulang kali melanggar perbatasan selama pekerjaan itu berlangsung dan merespons dengan tembakan peringatan. Pyongyang membantah tuduhan tersebut.

Uji Senjata Meningkat Usai Rentetan Rudal Korea Utara

Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara meningkatkan uji coba persenjataan, diduga untuk memperoleh konsesi yang lebih besar dari Amerika Serikat di tengah keinginan Presiden Donald Trump membuka kembali jalur diplomasi dengan Kim Jong Un.

Pada Sabtu, Kim mengunjungi kota perbatasan China, Dandong, melalui jembatan yang baru diresmikan dan memberikan penghormatan di tugu peringatan dukungan China kepada Korea Utara selama Perang Korea 1950–1953. Kunjungan itu merupakan yang keenam bagi Kim ke China sejak ia berkuasa.

Dalam kunjungan ke tugu peringatan tersebut, Kim menyebut persahabatan dengan China sebagai persahabatan \

Rekomendasi