Serangan Israel Lebanon meningkat di bagian selatan pada Jumat (30/10), mencakup peledakan rumah dan bangunan serta tembakan artileri dan senapan mesin di sejumlah area.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), tembakan senapan mesin intensif terdengar di Khiam dan Qantara, sementara sejumlah rumah di Qantara dilaporkan dibakar.
Di Tayri, Distrik Bint Jbeil, militer Israel melakukan ledakan. Artileri kaliber 155 milimeter juga diarahkan dari kawasan Wadi al-Hujeir ke arah kota Touline.
Hantaman artileri dilaporkan mengenai sekitar Kfar Shuba di kawasan Arqoub, pinggiran Hadatha di Distrik Bint Jbeil, serta Wadi Zibqin di Distrik Tyre. Wilayah di antara Mayfadoun dan Zawtar al-Sharqiya turut menjadi sasaran secara berkala.
Dalam insiden terpisah, pasukan Israel meledakkan rumah milik Hassan Nabaa, warga Kfar Shuba, yang berada di jalan Kfar Shuba–Sedana Hill–Shebbaa. NNA juga mencatat sebuah rudal pencegat meledak di atas kota Taybeh, tanpa perincian lanjutan. Selain itu, seorang pemuda asal Rub Thalathin dilaporkan hilang kontak setelah menghentikan kendaraannya di Wadi al-Hujeir dan berjalan menuju Qantara.
Advertisement
Perundingan Israel–Lebanon Tanpa Terobosan di Tengah Serangan Israel Lebanon
Rangkaian serangan tersebut terjadi setelah pertemuan teknis militer antara Beirut dan Tel Aviv pada 20–21 Oktober di Tampa, Florida, Amerika Serikat, dengan dukungan Washington.
Pertemuan itu berakhir tanpa pengumuman terobosan maupun pernyataan bersama. Sejumlah laporan menyebut kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan di tengah perselisihan mengenai penarikan pasukan Israel dari Lebanon dan pelucutan senjata kelompok Hizbullah.
Pada 26 Juni, Beirut dan Tel Aviv menyepakati sebuah perjanjian kerangka kerja yang mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang diduduki. Sebagai gantinya, militer Lebanon akan dikerahkan dan kelompok-kelompok bersenjata akan dilucuti.
Perjanjian tersebut mencakup penerapan melalui sejumlah "wilayah percontohan". Namun sejauh ini pelaksanaannya baru mencakup tiga kota, sementara lebih dari 50 kota lainnya masih berada di bawah pendudukan Israel.
Meski perjanjian telah dicapai, operasi militer Israel di Lebanon terus berlanjut. Sejak 2 Maret, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang dan melukai 12.407 lainnya.
Lebih dari 1 juta orang juga dilaporkan mengungsi akibat konflik. Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan—sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun, sementara lainnya berada di bawah pendudukan sejak perang 2023–2024.
Dalam konflik terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak masuk hingga sekitar 10 kilometer ke wilayah Lebanon.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163197/original/084889000_1779952982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385054/original/048696800_1793231294-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386868/original/031667200_1793402430-india_helicopter_crash_97423.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2328078/original/030038300_1534145785-20180811-Ribuan-Orang-Menari-di-Pusat-Kota-Switzerland-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2741958/original/098864600_1551611979-20190303-Mencari-Barang-Antik-di-Pasar-Loak-Spanyol-AP5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547614/original/040455100_1775464979-000_74A46BC.jpg)