Cadangan Beras Tembus 4,5 Juta Ton, Wamentan Klaim Aman untuk 10 Bulan

Wamentan Muhammad Saleh Mustafa menyebut stok pangan aman 10 bulan. Ia merinci cadangan beras hingga Oktober 2026 dan strategi menghadapi perubahan musim.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi- Reporter
Cadangan Beras Tembus 4,5 Juta Ton, Wamentan Klaim Aman untuk 10 Bulan
Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menyatakan stok pangan nasional, khususnya cadangan beras, dalam kondisi aman untuk 10 bulan ke depan di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis pangan global.

“Stok pangan nasional kita aman, dan alhamdulillah sampai dengan saat ini stok beras kita aman sampai 10 bulan ke depan. Ini capaian yang tertinggi. Cadangan beras kita sampai dengan Oktober 2026 adalah 4,5 juta ton,” kata Saleh.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Saleh membandingkan kesiapan Indonesia dengan Inggris. Ia menyebut pemerintah Inggris pada 26 Oktober 2026 mengampanyekan agar warga menyiapkan persediaan pangan masing-masing untuk kebutuhan tiga hari.

“Bayangin, kalau saya menilai, ini berarti pemerintah Inggris sudah mulai enggak sanggup menyiapkan stok pangan bagi penduduknya, sehingga mereka mengampanyekan masyarakatnya menyiapkan pangan selama tiga hari,” ujarnya.

“Indonesia, jangankan tiga hari, kita punya cadangan beras selama 10 bulan ke depan,” tambahnya.

Ia mengingatkan potensi krisis pangan tidak bisa dipandang sebelah mata, mulai dari perubahan iklim, pergeseran musim, hingga cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi pertanian.

“Yang berikutnya yang tidak bisa kita hindari adalah climate change. Beberapa waktu yang lalu di negara kita ada kebakaran hutan, kemudian ada kondisi panas yang mungkin El Nino-nya Godzilla. Ini sangat merugikan bagi keberlangsungan kehidupan petani kita,” tuturnya.

Hadapi Perubahan Musim, Perkuat Cadangan Beras

Menyikapi perubahan musim, Kementerian Pertanian menyiapkan peningkatan luas tambah tanam pada November 2026 hingga Maret 2027. Lampung dan Sumatera Selatan disebut akan didorong untuk memperkuat penanaman.

“Kita tidak boleh melawan alam. Jadi mungkin, ‘Oh, nanti musim panas baru kita bikin nanam.’ Oh, enggak bisa. Kita harus beradaptasi dengan alam,” tegas Saleh.

Ia memastikan pemerintah menyiapkan intervensi pompa untuk mengantisipasi sawah yang terendam banjir pada musim hujan. Kesiapan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang menanyakan persiapan menghadapi musim hujan kepada Menteri Pertanian.

“Kita akan lakukan intervensi pompa untuk mengantisipasi sawah yang banjir,” katanya.

Saleh menegaskan ketahanan pangan tidak cukup mengandalkan cadangan beras. Ia menuturkan pentingnya memperkuat produksi dalam negeri agar tidak bergantung pada pasokan negara lain.

“Kita tidak boleh kalah langkah, kita tidak boleh tidak siap. Kita harus siap membangun kedaulatan pangan kita,” ujar dia.

Rekomendasi