Direktur Utama PLN Electricity Services Susiana Mutia (ketiga dari kanan) bersama Direktur Utama PLN Nusa Daya Agung Nugroho (ketiga dari kiri) dalam penandatanganan akta merger kedua perusahaan menjadi PT PLN Services di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dok. PLN.
PT PLN (Persero) menyatukan dua anak usahanya, PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), menjadi PT PLN Services. Penggabungan yang diresmikan melalui penandatanganan akta di Kantor Pusat PLN, Jakarta,pada Jumat (23/10/2026) ini sekaligus membentuk subholding kelima PLN Group. Langkah ini merupakan bagian dari penataan bisnis BUMN atas arahan Presiden Republik Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM).
Kedua perusahaan yang selama ini menangani layanan operation and maintenance (O&M) kini berada dalam satu organisasi. Penyatuan ini memungkinkan pengalaman, tenaga ahli, sumber daya, dan jaringan kerja keduanya digunakan secara bersama. PLN Services diharapkan menjadi kekuatan baru untuk mendukung operasional pembangkit, transmisi, hingga distribusi listrik. Perusahaan ini juga akan mengambil peran penting dalam menjaga kualitas layanan PLN kepada pelanggan.
Dua Anak Usaha Disatukan, Bisnis O&M Diperkuat
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menyebut merger tersebut sebagai langkah untuk menyatukan bisnis sejenis agar pengelolaannya lebih efisien. Dengan kompetensi dan sumber daya yang terhimpun, PLN Services diharapkan mampu memperkuat layanan kepada masyarakat.
“Ini adalah bukti implementasi nyata dari arahan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management, di mana kami akan merampingkan BUMN-BUMN yang ada. Kami akan melakukan streamlining dengan harapan, dapat membangun organisasi yang lebih lean, lebih kokoh, dan juga efisien. Bisnis yang sejenis kami satukan, kompetensi yang ada kita perkuat, dan sumber daya yang kita optimalkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar,” ujar Suroso, dikutip dari siaran pers, Senin (26/10/2026).
Ia mengatakan, masing-masing perusahaan telah memiliki pengalaman panjang dalam melayani kebutuhan kelistrikan di berbagai daerah. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi PLN Services untuk membangun layanan yang lebih luas dan kuat.
“Kedua perusahaan ini, di mana Electricity Services telah melayani 15 tahun untuk Indonesia bagian barat, Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusadaya sudah 23 tahun melayani Indonesia bagian timur, yaitu daerah Kalimantan hingga Papua, dan sistemnya sudah sungguh teruji. Masing-masing mempunyai keunggulan yang luar biasa,” imbuh Suroso.
Suroso memastikan merger tidak berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai tetap menjadi bagian dari perusahaan baru dengan status dan hak yang tidak dikurangi. Dalam operasionalnya, PLN Services akan memiliki dua fokus utama: Generation Services untuk menangani pembangkit, mulai dari operasi hingga penyediaan suku cadang, serta Business Enablement Services yang mendukung kebutuhan tenaga kerja, keamanan, dan fasilitas.
Advertisement
Tidak Ada PHK, Dua Pilar Layanan Disiapkan
Dua bidang tersebut tidak hanya akan melayani kebutuhan PLN Group. PLN Services juga membidik peluang di sektor industri, pembangkit non-PLN, energi baru terbarukan, serta pasar nasional dan regional. Pengembangan layanan berbasis teknologi, termasuk digitalisasi, pemeliharaan prediktif, dan manajemen aset, turut menjadi bagian dari rencana perusahaan.
Suroso menilai penyatuan kedua perusahaan dapat memperkuat kemampuan bisnis PLN sekaligus membuat layanan ketenagalistrikan lebih terintegrasi. Konsolidasi juga diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PLN Group.
“Ini bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat bisnis, mengoptimalkan kompetensi, meningkatkan efisiensi, dan membangun layanan ketenagalistrikan yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tidak hanya sekadar menyatukan kompetensi dan layanan, penggabungan ini juga meningkatkan dan membuat suatu value creation, di mana konsolidasi ini akan menghasilkan nilai tambah yang sangat nyata di PLN Group,” kata Suroso.
DAM: Merger Bukan Tujuan Akhir
Senior Director Business Performance & Asset Optimization DAM, Bhimo Aryanto, mengatakan penataan perusahaan negara dilakukan untuk membuat struktur organisasi lebih terarah dan memperjelas fokus bisnis setiap entitas. Program tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Percepatan Program Penataan BUMN dan/atau Anak Usaha BUMN.
“Merger hari ini adalah fondasi pertama menuju supporting O&M services PLN. Namun, di sini saya ingin menekankan satu hal sejak awal, merger bukan tujuan akhir. Merger adalah instrumen untuk menciptakan value yang lebih besar.
Keberhasilan transformasi tidak diukur dari berkurangnya jumlah entitas. Itu adalah cara, itu adalah metode dari kalkulasi yang hati-hati, yang diharapkan PLN bisa sustain. Karena PLN ini, kita paham, dituntut bukan hanya profitability, tapi reliability,” ujar Bhimo.
Bhimo menyebut ada empat hal yang menjadi sasaran penataan BUMN dan anak usahanya. Pertama, simplifikasi struktur korporasi untuk mengurangi duplikasi fungsi, proses bisnis, dan struktur organisasi lebih efisien. Kedua, meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi biaya, utilisasi sumber daya, serta standardisasi proses, sistem, dan tata kelola.
Ketiga, meningkatkan daya saing melalui skala ekonomi yang lebih besar serta penerapan standar profesional dan komersial yang lebih kompetitif. Keempat, mengoptimalkan alokasi modal dengan memprioritaskan investasi bernilai tinggi, menghindari belanja modal yang tumpang tindih, serta memastikan setiap investasi memiliki dasar kelayakan dan hasil yang sepadan dengan risikonya.
Advertisement
Penataan BUMN Harus Beri Manfaat Lebih Luas
Bhimo menegaskan, perubahan struktur perusahaan negara harus memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar efisiensi organisasi. Pengelolaan aset dan modal secara tepat diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.
“Reformasi BUMN harus memberikan manfaat yang melampaui perusahaan itu sendiri. Melalui streamlining yang tepat, disiplin alokasi modal, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan, kita ingin membangun ekosistem BUMN yang lebih kuat, yang lebih solid, yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi mengoptimalkan aset tersebut untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang untuk Indonesia,” terangnya.
(*)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387016/original/008370700_1793423376-PLN_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386994/original/016023800_1793420229-PLN07618.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366412/original/082940400_1791266024-ana-tavares-0k2jZQtsGNQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4837499/original/073050500_1716195907-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317483/original/038563700_1755354018-90f1d87d-b9ec-4dc0-a6da-329fdaff70bf.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386964/original/043314700_1793417760-PLN_31_Oktober_2026_3.jpeg)