Teka-teki penggeledahan dua pondok pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar Selasa (27/10) dini hari akhirnya dijawab langsung kepolisian.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena menegaskan penggeledahan di Ponpes Dukuh Laban Wetan, Mojolaban, Sukoharjo dan di Dusun Temuireng, Jenawi, Karanganyar adalah bagian resmi dari penyidikan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol beberapa waktu lalu.
"Itu kegiatan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Sukoharjo terkait perkara pembakaran, pengerusakan, pengancaman warung Mi Babi Tepi Sawah di daerah Grogol," ujar Andika di Polres Sukoharjo.
Andika menyebut operasi itu bukan operasi biasa. Tim gabungan Polda Jateng, Polres Sukoharjo dan Polres Karanganyar diterjunkan, bahkan dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah.
"Kegiatan tersebut merupakan penggeledahan yang kita lakukan dan juga tim gabungan," terangnya.
Dalam penggeledahan pukul 03.20 WIB itu, polisi mengamankan belasan orang dari Ponpes Laban Wetan.
"Yang Laban sekitar 15 orang, baik di bawah umur maupun dewasa semua kita mintai keterangan sebagai saksi. Kita hanya melakukan pemeriksaan saja karena di lokasi tersebut kita temukan sajam (senjata tajam)," kata Andika.
Keterangan itu sedikit berbeda dengan versi pihak ponpes. Sekretaris Ponpes Laban Wetan Diyana Indah Sari menyebut total ada 12 santriwati dan 4 ustazah yang dibawa.
Kronologinya, pukul 03.51 WIB mereka dibawa ke Polsek Mojolaban, lalu sekitar pukul 10.00 WIB dipindah ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan.
"Penggerebekan dilakukan karena adanya dugaan bahwa pengurus ma'had atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung mi babi di Sukoharjo," kata Diyana, Kamis (29/10).
Namun menurut Diyana, setelah diperiksa, tidak ada bukti keterlibatan. "Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustazah dan santriwati dipulangkan," ujarnya.
Ia juga menegaskan ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar beda pengelola.
Status belasan santriwati dan ustazah itu, ditegaskan Kapolres, tetap saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami temuan sajam di lokasi ponpes dan mengurai benang merah kasus pembakaran warung yang sempat menghebohkan Sukoharjo September lalu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386164/original/081238400_1793335194-email-attachment_2026_10_30_arie-sunaryo_tengah-malam-digeruduk-polisi-santriwati-ponpes-sukoharjo-dibawa-ke-polres_IMG-20261030-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362470/original/031643000_1790809082-1522274.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387025/original/000768000_1793426751-WhatsApp_Image_2026-10-30_at_21.11.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386995/original/096960900_1793420865-IMG-20261030-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386991/original/065692800_1793420077-IMG-20261030-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386984/original/019148300_1793419918-WhatsApp_Image_2026-10-30_at_21.53.51.jpeg)