Jam masih menunjukkan pukul 03.20 WIB. Saat kebanyakan orang terlelap, sebuah pondok pesantren di Dukuh Laban Wetan, Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo justru digerebek kepolisian.
Bukan satu, tapi dua ponpes sekaligus digeledah Selasa (27/10/2026) dini hari. Satu di Sukoharjo, satu lagi di Dusun Temuireng, Jenawi, Karanganyar.
Operasi gabungan itu dipimpin langsung Kapolda Jateng Irjen. Pol. Roy Hardi Siahaan, terkait kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Grogol, September lalu.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena membenarkan penggeledahan bagian dari proses penyidikan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah.
"Yang di Laban sekitar 15 orang, baik di bawah umur maupun dewasa semua kita mintai keterangan sebagai saksi," kata Andika, Rabu (28/10/2026).
Di lokasi, kepolisian menyebut menemukan senjata tajam.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386158/original/084461500_1793334603-IMG-20261030-WA0015.jpg)
Advertisement
Penjelasan Ponpes
Sementara itu, Sekretaris Ponpes Laban Wetan, Diyana Indah Sari menceritakan detik-detik mencekam penggerebekan tersebut. Total ada 12 santriwati dan 4 ustazah dibawa kepolisian.
"Pukul 03.20 WIB dimulai. Pukul 03.51 WIB, para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban untuk diinterogasi. Sekitar pukul 10.00 dipindahkan ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan," kata Diyana, Kamis (29/10/2026).
Menurut Diyana, penggerebekan dan pemeriksaan belasan santri dan empat ustazah itu janggal. Dia mengatakan, setelah berjam-jam diperiksa, pertanyaan diajukan justru melenceng jauh dari kasus warung babi.
"Pertanyaan pertama mengenai identitas santri, kemudian kegiatan santri selama di pondok, kemudian ditanya mengenai apa aja pelajaran yang dipelajari di pondok," kata Diyana.
"Kalau pertanyaan berkaitan warung Mi dan Babi? Nggak ada," tegas dia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386156/original/049484400_1793334603-IMG-20261030-WA0016.jpg)
Diyana mengatakan, hasil pemeriksaan itu dilakukan kepolisian tidak ditemukan keterkaitan dengan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustazah dan santriwati dipulangkan," ujar Diyana.
Diyana juga meluruskan ponpes digeledah di Karanganyar berbeda pengelola dengan di Laban Wetan, meski digerebek dalam waktu bersamaan.
Kini para santriwati sudah kembali ke pondok. Namun trauma dini hari itu menyisakan tanda tanya besar, mengapa penggeledahan kasus pembakaran warung justru berujung pada interogasi soal kurikulum mengaji.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386157/original/061238200_1793334603-IMG-20261030-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386081/original/083061100_1793326903-Screenshot_2026-10-30_091513.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386078/original/061146300_1793326757-6cef9f9d-41d2-414d-9e21-44ade39bbe87.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386080/original/007041600_1793326874-IMG-20261029-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385167/original/000638900_1793244548-e33d97d0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386058/original/034774500_1793323280-512656.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386049/original/016115000_1793319546-Vid_harimau_rangkaian_3_.jpg)