Para astronom berhasil menemukan sebuah planet gas raksasa yang selama lebih dari satu dekade luput dari pengamatan. Planet yang mengorbit bintang muda Beta Pictoris itu kini tercatat sebagai eksoplanet paling redup yang pernah berhasil dipotret secara langsung dari Bumi.
Dilansir AP News, Senin (20/7/2026), penemuan ini dilakukan secara terpisah oleh dua tim peneliti. Menariknya, kedua tim menemukan planet yang sama hanya berselang beberapa hari pada akhir 2025 dengan menggunakan teleskop yang berbeda.
Tim pertama yang dipimpin peneliti dari Skotlandia dan Jerman menemukan planet tersebut menggunakan teleskop milik European Southern Observatory (ESO) di Chile. Untuk memastikan keberadaannya, mereka menelusuri kembali data pengamatan lama.
Hasilnya, planet itu ternyata sudah terekam dalam arsip selama bertahun-tahun. Namun, keberadaannya tertutupi cahaya terang bintang induknya serta dua planet lain yang lebih dulu diketahui mengorbit di sistem tersebut.
"Ia seperti bermain petak umpet selama 11 tahun," kata Markus Bonse, salah satu pemimpin tim dari European Southern Observatory.
Sementara itu, tim lain yang berbasis di California mendeteksi planet yang sama menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA. Dengan kemampuan teleskop tersebut, para peneliti hanya membutuhkan dua kali observasi untuk mengonfirmasi keberadaan planet tersebut.
Meski bekerja secara terpisah, kedua tim sama-sama sedang mempelajari planet yang sebelumnya telah diketahui berada di sistem Beta Pictoris. Tanpa diduga, mereka justru menemukan planet lain yang massanya lebih kecil dan sekitar 100 kali lebih redup. Selama proses penelitian, kedua tim sengaja tidak saling berbagi data agar hasil pengamatan tetap independen.
Temuan tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal Astrophysical Journal Letters.
Advertisement
Mirip Jupiter Muda
Planet yang baru ditemukan itu memiliki ukuran sedikit lebih besar dari Jupiter. Planet tersebut membutuhkan waktu sekitar 91 tahun untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi bintang induknya, sedikit lebih lama dibandingkan Uranus saat mengorbit Matahari.
Para ilmuwan memperkirakan planet itu terbentuk di sistem bintang yang masih sangat muda, yakni berusia sekitar 20 juta tahun. Sebagai perbandingan, usia Matahari mencapai sekitar 4,5 miliar tahun.
"Kemungkinan planet itu mirip dengan Jupiter yang lebih muda," kata Aidan Gibbs dari University of California San Diego yang memimpin tim penelitian kedua.
Melalui surat elektronik, Gibbs menjelaskan bahwa sistem Beta Pictoris kemungkinan masih berada dalam tahap pembentukan.
"Sebuah planet besar telah terbentuk, tapi planet-planet terrestrial lain yang lebih kecil bisa jadi masih dalam proses pembentukan," ujarnya.
Menurut para peneliti, Beta Pictoris menjadi salah satu contoh terbaik untuk mempelajari bagaimana sistem tata surya baru berkembang. Di sistem tersebut, asteroid dan komet masih aktif bergerak sehingga proses pembentukan planet diperkirakan masih berlangsung.
Beta Pictoris berada di rasi bintang Pictor, sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi atau lebih dari 9 triliun kilometer.
Hingga kini, para astronom telah mengonfirmasi lebih dari 6.000 eksoplanet. Namun, kurang dari 100 di antaranya berhasil dideteksi melalui metode pencitraan langsung. Sebagian besar eksoplanet selama ini ditemukan melalui metode transit, yakni saat planet melintas di depan bintang induknya sehingga menyebabkan cahaya bintang meredup sementara.
"Kami telah berhasil memiliki gambaran planet ini dan sangat antusias untuk mengetahui hal-hal lain yang bisa dipelajari tentangnya," kata Ben Sutlieff dari University of Edinburgh.