Dampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB membuat puluhan calon jemaah umrah terpaksa menggigit jari. Sebanyak 36 calon jemaah memilih membatalkan keberangkatan dan mengajukan pengembalian dana (refund) secara penuh setelah penerbangan mereka berulang kali tertunda.
Perwakilan handling PT Jaho Mulia Sunjaya (Adora), Syafii, mengonfirmasi bahwa opsi refund 100 persen tersebut diambil usai para jemaah tak kunjung mendapat kepastian jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.
"Ada 36 calon jemaah umrah yang sudah dua kali ganti jadwal (reschedule), sampai akhirnya diputuskan batal dan mengajukan pengembalian dana penuh," ungkap Syafii.
Ia menambahkan, proses pengembalian dana mengikuti aturan regulasi penerbangan internasional dengan tenggat waktu minimal 15 hari hingga maksimal 30 hari kerja. Untuk mengajukannya, jemaah cukup menyerahkan bukti kode bookingdan identitas diri.
Terkait biaya, jemaah yang membeli tiket langsung tanpa perantara berhak menerima refund utuh tanpa potongan. Namun, bagi yang menggunakan jasa pihak ketiga atau agen, akan dikenakan biaya administrasi sebesar 5 hingga 10 persen.
Advertisement
200 Jemaah Lain Dialihkan ke Kertajati
Berbeda dengan 36 jemaah yang memilih batal, sebanyak 200 jemaah umrah dari empat rombongan asal Jawa Timur hingga Jabodetabek tetap berkesempatan terbang. Penerbangan mereka dialihkan melalui Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada pukul 00.40 WIB.
Seluruh fasilitas pengalihan penerbangan ini ditanggung penuh oleh pihak Bandara Soekarno-Hatta, mulai dari transportasi bus penjemputan menuju Kertajati, layanan konsumsi, hingga pengurusan bagasi jemaah.