Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, secara resmi meluncurkan Program Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz (3T) bagi seluruh pelajar sekolah menengah pertama (SMP) sederajat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sekaligus menyempurnakan kurikulum pendidikan Al Quran di wilayah Kota Padang. Peluncuran program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemahaman dan hafalan kitab suci bagi generasi muda.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa Program 3T Padang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan hafalan Al Quran. Program ini menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP sederajat, sebagai bagian integral dari upaya pembentukan karakter. Implementasi program keagamaan ini merupakan bagian dari program unggulan Smart Surau Pemerintah Kota Padang.
Dalam pelaksanaannya, pendidikan Al Quran bagi anak didik akan disinkronkan dengan kurikulum Ta'limul Quran lil Aulad (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) yang tersebar di seluruh Kota Padang. Melalui integrasi ini, Pemkot Padang berharap peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami kandungan Al Quran secara mendalam. Program ini dijadwalkan mulai diterapkan secara serentak pada 16 Juli 2026.
Advertisement
Advertisement
Fokus dan Tujuan Utama Program 3T Padang
Program 3T Padang memiliki tiga pilar utama yang menjadi fokus pembelajarannya, yaitu Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz. Kegiatan tahsin difokuskan pada penyempurnaan bacaan Al Quran agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Ini memastikan bahwa setiap huruf dan ayat dibaca dengan pelafalan yang tepat dan indah.
Selanjutnya, aspek tafsir diarahkan pada pendalaman dan pemahaman makna surat-surat dalam Juz 30. Dengan memahami makna di balik ayat-ayat suci, diharapkan pelajar dapat menginternalisasi nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini krusial untuk membentuk karakter dan akhlak mulia.
Terakhir, tahfiz bertujuan membiasakan peserta didik untuk berinteraksi erat dengan Al Quran melalui hafalan yang berkesinambungan. Maigus Nasir menegaskan bahwa melalui pembelajaran tahsin, tafsir, dan tahfiz, pemerintah menginginkan anak-anak tidak berhenti setelah menamatkan Al Quran, tetapi terus membaca, memahami, dan menghafal kitab suci tersebut.
Advertisement
Advertisement
Implementasi dan Harapan Pemerintah Kota Padang
Program inovatif ini akan diterapkan secara serentak mulai tanggal 16 Juli 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam. Lokasi pembelajaran akan memanfaatkan masjid serta musala yang telah memiliki basis TQA atau MDTW di berbagai wilayah Kota Padang.
Sinkronisasi dengan kurikulum TQA dan MDTW menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan mengintegrasikan Program 3T ke dalam sistem pendidikan yang sudah ada, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan terstruktur. Ini juga memastikan bahwa program dapat menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh kota.
Setelah penerapan kurikulum tersebut, Pemerintah Kota Padang sangat optimistis bahwa inisiatif ini akan melahirkan generasi muda yang Qurani, berkarakter kuat, dan berakhlak mulia. Maigus Nasir menambahkan, melalui integrasi ketiga aspek ini, Pemkot Padang berharap peserta didik tidak hanya sekadar mampu membaca, namun juga memahami kandungan Al Quran secara utuh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews