Kemenekraf: Seni Pertunjukan Batak Tona Sian Huta Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya

Menteri Ekonomi Kreatif mengapresiasi Tona Sian Huta, seni pertunjukan Batak yang sukses memperkuat budaya sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Temukan potensi besar budaya Batak dalam artikel ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf: Seni Pertunjukan Batak Tona Sian Huta Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya
Menteri Ekonomi Kreatif mengapresiasi Tona Sian Huta, seni pertunjukan Batak yang sukses memperkuat budaya sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Temukan potensi besar budaya Batak dalam artikel ini. (AntaraNews)

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pagelaran opera dan konser musik bertajuk "Tona Sian Huta". Acara ini dinilai berhasil memperkuat pelestarian budaya Batak sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi dari daerah.

Riefky menegaskan bahwa negara dengan akar budaya yang kuat memiliki potensi besar untuk mendorong industri kreatif, pariwisata, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengelolaan budaya secara inovatif dan berkelanjutan dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pagelaran "Tona Sian Huta" yang berarti "pesan dari Kampung Halaman" ini diselenggarakan di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kekayaan budaya mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta menggerakkan ekonomi lokal.

Peran Budaya dalam Ekonomi Kreatif Nasional

Menurut Menekraf Teuku Riefky Harsya, budaya adalah salah satu kekuatan besar yang dimiliki Indonesia. Ketika dikelola dengan baik dan dikemas secara kreatif, budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kebanggaan, dan pertumbuhan ekonomi.

Pertunjukan seperti Tona Sian Huta tidak hanya melekat pada identitas bangsa, tetapi juga membuka peluang signifikan bagi pengembangan ekonomi kreatif. Ini khususnya berlaku untuk wilayah seperti Tanah Batak yang kaya akan warisan budaya.

Integrasi seni pertunjukan, musik, budaya, dan kreativitas dalam satu panggung menciptakan ekosistem kreatif yang kuat. Ekosistem ini melibatkan talenta, kekayaan intelektual, dan peluang ekonomi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta menggerakkan ekonomi daerah.

Tona Sian Huta: Kolaborasi Seni dan Pemberdayaan UMKM

Pagelaran Tona Sian Huta menjadi contoh nyata kolaborasi yang mengubah potensi budaya menjadi nilai tambah ekonomi. Acara ini melibatkan seniman, musisi, pegiat kriya, kuliner, event organizer, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.

Sejalan dengan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, kegiatan ini menunjukkan sinergi yang efektif. Harapannya, kolaborasi semacam ini akan terus menjadi ruang untuk memperkuat pelestarian budaya.

Tona Sian Huta menampilkan berbagai talenta, termasuk stand-up comedian Joel Purba, 27 talenta opera, dan 30 musisi lokal hingga nasional seperti Maria Simorangkir dan Victor Hutabarat. Harmoni kearifan lokal juga terlihat dari partisipasi 50 UMKM yang menyajikan produk-produk kreatif.

Produk UMKM yang dihadirkan mencakup beragam subsektor, mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen. Keterlibatan UMKM ini secara langsung mendukung pergerakan ekonomi daerah dan memberikan platform bagi produk lokal.

Visi Pengembangan Ekonomi Kreatif dari Tanah Batak

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus inisiator acara, Lamhot Sinaga, menyatakan bahwa opera Batak adalah aset budaya yang sangat berharga. Melalui Tona Sian Huta, ada keinginan untuk menghidupkan kembali warisan budaya Batak.

Tujuan utamanya adalah menjadikan budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM sebagai satu ekosistem terpadu. Ekosistem ini diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Danau Toba.

Menekraf mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi yang kuat. Hal ini akan membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan subsektor seni pertunjukan, musik, fesyen, kuliner, dan pariwisata Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi