Prabowo soal Pidato AHY: Harus Berterima Kasih atas Kritik

Prabowo menilai AHY menyampaikan pidatonya secara sistematis dan tegas.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Prabowo soal Pidato AHY: Harus Berterima Kasih atas Kritik
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Tangkapan Layar YouTube Demokrat)

Presiden Prabowo Subianto menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang oleh sebagian kalangan dinilai sebagai kritik tajam terhadap pemerintah.

Prabowo tidak mempermasalahkan isi pidato tersebut. Ia justru menilai AHY menyampaikan pidatonya secara sistematis dan tegas.

"Dan Anda tahu, kalau saya kan ini enggak pakai teks, saya bicara dari hati saya. Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas. Memang kemarin itu, ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY beberapa hari lalu katanya adalah kritik tajam," kata Prabowo saat menghadiri HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia lantas menyinggung pentingnya sikap terhadap kritik dalam demokrasi.

"Tapi saudara-saudara, memang bangsa yang besar, yang sudah memilih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," ujarnya.

Prabowo juga menyebut AHY telah menyampaikan komitmen Demokrat untuk berada di dalam pemerintahannya dan bekerja untuk rakyat.

"Tapi yang jelas, beliau tegas menyampaikan itikad beliau dan itikad Partai Demokrat bersama-sama kita bekerja untuk rakyat," tutur Prabowo.

Selain itu, Prabowo memuji tema yang diusung pada perayaan ulang tahun ke-25 Partai Demokrat.

"Saya sangat-sangat senang dengan tema yang dipilih Partai Demokrat: memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi tetap hidup," sambung dia.

Penjelasan Demokrat soal Pidato AHY

Sebelumnya, Partai Demokrat membantah anggapan bahwa pidato AHY tentang kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya merupakan sinyal kesiapan maju pada Pilpres 2029.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menyebut pernyataan AHY adalah pembelajaran politik mengenai prinsip demokrasi dan batas masa kekuasaan.

"Apa yang disampaikan Ketum Demokrat kan adalah pelajaran Demokrasi di manapun, bahkan di seluruh dunia, sejarah sudah membuktikan juga bahwa kekuasaan bukan milik seseorang selamanya. Karena ada yang namanya periodisasi," kata Dede kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan sistem demokrasi Indonesia mengenal periodisasi lima tahunan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, pesan tersebut terkait tanggung jawab kader dalam menjalankan amanah rakyat.

"Jadi semua itu pembelajaran politik bagi para kader Demokrat. Agar bekerja sesuai amanah yang diberikan rakyat," ujarnya.

Dede juga menanggapi pandangan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai pidato AHY sebagai sinyal kuat kesiapan mengikuti Pilpres 2029.

"Jadi saya rasa terlalu jauh kalau ditanggapi lain oleh senior-senior tadi," ucapnya.

Fokus Bahas Revisi UU Pemilu

Menurut Dede, Demokrat menghormati pimpinan partai lain yang menyampaikan pandangan politik kepada kadernya. Ia menyebut pidato politik merupakan bagian dari aktivitas kepartaian.

"Kami pun selalu respek jika ada pimpinan partai lain memberikan pandangan politik ke kadernya, karena itulah namanya pidato politik," tuturnya.

Dede menegaskan partainya saat ini masih berkutat pada pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Karena itu, wacana Pilpres 2029 dinilai masih terlalu jauh untuk dibicarakan.

"Kita aja masih sibuk ngurusin revisi UU Pemilu, jadi pasti masih jauh lah urusan itu," katanya.
Rekomendasi