Langkah Prabowo Jelang Lawatan Luar Negeri, Qodari Beberkan Prioritas

Qodari menyebut Prabowo memastikan penanganan bencana dan karhutla sebelum lawatan luar negeri, termasuk jelang kunjungan ke Rusia.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Langkah Prabowo Jelang Lawatan Luar Negeri, Qodari Beberkan Prioritas
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia, pada Rabu (2/9/2026). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Qodari menyampaikan Presiden Prabowo Subianto selalu memastikan penanganan persoalan dalam negeri sebelum menjalani agenda luar negeri, termasuk lawatan ke Rusia beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu disampaikan di tengah tantangan domestik yang masih berlangsung, seperti bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Qodari menyebut Presiden memantau langsung penanganan isu-isu tersebut sebelum bepergian.

"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," kata Qodari dikutip dari siaran persnya, Selasa (8/9/2026).

Ia menambahkan, Presiden memahami beragam persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, hingga bencana alam.

Pada 22 Agustus 2026, Prabowo terbang ke Kalimantan Barat untuk menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan jajaran pemerintah daerah, serta meninjau langsung penanganan karhutla. Ia kemudian melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk kembali mengecek sekaligus memimpin penanganan karhutla.

Dua hari berselang, 24 Agustus 2026, Presiden berkunjung ke Riau dan Palembang untuk memimpin rapat dan memastikan upaya pengendalian karhutla berjalan. Pada 26 Agustus 2026, Prabowo mendatangi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, melihat langsung kondisi warga terdampak gempa sekaligus memastikan bantuan dan penanganan pascabencana.

Menurut Qodari, rangkaian agenda itu menunjukkan persoalan domestik tetap menjadi perhatian Presiden, bersamaan dengan pelaksanaan diplomasi di tingkat internasional.

"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri Presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujar Qodari.

Ia menilai pertanyaan tersebut wajar di tengah gempa bumi di NTT dan karhutla di sejumlah provinsi. Namun, ia menegaskan agenda luar negeri Presiden diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mencari peluang yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.

Diplomasi Prabowo untuk Investasi dan Perdagangan

Qodari menjelaskan, semakin banyak peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, hingga ketahanan ekonomi Indonesia.

Hal itu ia contohkan lewat kunjungan Prabowo ke Rusia dan kehadirannya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, di mana Presiden mengajak pelaku usaha global berinvestasi serta menciptakan nilai tambah di Indonesia.

Prabowo juga mendorong Rusia menggandakan nilai perdagangan bilateral apabila kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.

Selain perdagangan dan investasi, Presiden turut mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Rusia di bidang pangan dan energi untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi ketidakpastian global.

"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," kata Qodari.

"Keduanya merupakan tugas yang dijalankan secara bersamaan, saling melengkapi, dan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," sambungnya.

Rekomendasi