1.300 Penerbangan di Inggris Batal, Ini Penyebabnya

Gangguan sistem Nats memicu penerbangan batal di Inggris. Lebih dari 1.300 jadwal terdampak, dan menteri memanggil CEO Nats. Data Heathrow–Gatwick diungkap.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
1.300 Penerbangan di Inggris Batal, Ini Penyebabnya
Suasana bandara Heathrow, di London, Rabu (13/7/2022). Bandara tersibuk di Inggris itu telah memberlakukan pembatasan jumlah penumpang saat periode libur musim panas ini karena sektor penerbangan berjuang untuk mengatasi lonjakan permintaan perjalanan. (AP Photo/Alberto Pezzali)

Lebih dari 1.300 penerbangan batal menuju dan dari bandara-bandara Inggris setelah gangguan sistem pengawas lalu lintas udara memicu kekacauan yang berlanjut hingga hari kedua. Menteri Transportasi Inggris memanggil Chief Executive National Air Traffic Services (Nats), Martin Rolfe, untuk meminta penjelasan atas insiden tersebut.

Nats mengelola layanan navigasi udara untuk 15 bandara di Inggris. Rolfe dijadwalkan bertemu dengan Heidi Alexander sebelum sang menteri memberikan keterangan di hadapan para anggota parlemen pada pembacaan kedua Rancangan Undang-Undang Penerbangan Sipil.

Puluhan ribu penumpang terdampak di sejumlah bandara utama, termasuk Heathrow, Gatwick, Manchester, dan Stansted, seiring maskapai masih berupaya mengurai dampak berantai pemadaman sistem ini.

Menurut data FlightRadar, hingga Rabu (9/9/2026) pukul 06.00 waktu setempat, sebanyak 246 penerbangan di Bandara Heathrow telah dibatalkan. Sementara itu, Bandara Gatwick mencatat 33 pembatalan penerbangan.

Menjawab pertanyaan apakah ia mempertimbangkan untuk mundur, Rolfe menegaskan tetap memikul tanggung jawab atas kejadian ini.

"Saya adalah CEO dari penyedia infrastruktur krusial, jadi sudah menjadi tugas saya untuk bertanggung jawab. Hal yang benar-benar menjadi tanggung jawab saya adalah menjaga keselamatan masyarakat dan memberikan layanan terbaik yang kami bisa pada hari seperti ini. Anda tentu paham bahwa fokus saya saat ini sepenuhnya tertuju pada cara menyelesaikan masalah ini, memulihkan situasi ke kondisi normal, serta membantu maskapai, konsumen bandara, dan para penumpang," ucap Rolfe dilansir dari The Guardian, Rabu (9/9/2026).

Gangguan Ketiga Dalam Tiga Tahun, Efek ke Penerbangan Batal dan Tertunda

Insiden ini menandai kali ketiga dalam tiga tahun terakhir sistem penerbangan utama di Inggris lumpuh akibat gangguan teknis pada layanan navigasi Nats.

"Ini merupakan proses pemulihan yang sangat kompleks dan memicu kendala bagi seluruh jaringan penerbangan, sehingga butuh waktu untuk benar-benar pulih," kata Nats.

Gangguan dilaporkan mulai terjadi pada Selasa sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan memengaruhi penerbangan yang hendak lepas landas di bandara-bandara besar seperti Heathrow, Gatwick, Manchester, dan Stansted. Nats menyatakan sistem pemrosesan data penerbangan berhasil dibenahi hampir empat jam kemudian, namun sebagian besar jadwal telanjur tertahan. Dampaknya juga meluas hingga penerbangan menuju kawasan selatan Inggris.

Rekomendasi