Pangeran Harry Pulang ke Inggris Usai Enam Tahun di AS

Pangeran Harry dan Meghan Markle berencana kembali ke Inggris untuk tinggal lebih lama. AP mencatat sejumlah detail awal rencana itu. Simak faktanya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Pangeran Harry Pulang ke Inggris Usai Enam Tahun di AS
Rumah baru Meghan Markle dan Pangeran Harry miliki 7 pintu masuk dan keluar yang bisa menghindari mereka dari kamera paparazzi. (DOMINIC LIPINSKI POOL AFP)

Pangeran Harry dan Meghan Markle berencana kembali ke Inggris untuk tinggal lebih lama bersama dua anak mereka. Rencana ini muncul enam tahun setelah keduanya mundur dari peran sebagai anggota aktif keluarga kerajaan, dikutip dari Associated Press, Kamis (20/8).

Belum ada perincian mengenai alasan kepulangan keluarga Sussex. Harry menolak berkomentar ketika ditanya The Associated Press pada sebuah acara Rabu malam. Ia kini berusia 41 tahun dan berada di urutan kelima garis suksesi takhta.

Dalam beberapa kesempatan belakangan, Harry menyatakan keinginannya untuk berdamai dengan keluarga dan bisa meluangkan waktu lebih banyak bersama Raja Charles III yang tengah menjalani perawatan untuk penyakit kanker yang tidak diungkapkan jenisnya.

"Saya ingin sekali berdamai dengan keluarga saya. Tidak ada gunanya terus bertengkar," kata Harry kepada BBC tahun lalu.

Anak-Anak Masuk Sekolah Inggris

Seseorang yang dekat dengan pasangan Sussex mengatakan kepada Associated Press bahwa Pangeran Archie (7) dan Putri Lilibet (5) telah didaftarkan di sekolah-sekolah Inggris dan akan mulai bersekolah pada September. Meski begitu, banyak pertanyaan masih terbuka terkait detail kepulangan keluarga ini.

Kepulangan Harry dan Meghan tidak berarti kembali menjalani kehidupan kerajaan. Keduanya berencana tinggal di kediaman pribadi nonkerajaan di luar London. Mereka juga akan tetap mempertahankan rumah di Montecito, California Selatan, serta properti liburan di Costa Terra, kawasan resor di selatan Lisbon, Portugal.

Harry dan Meghan tidak akan kembali menjalankan tugas sebagai anggota kerajaan aktif. Sejak meninggalkan peran resmi, mereka memperoleh penghasilan melalui kontrak dengan Netflix, Spotify, serta berbagai usaha lainnya. Meghan disebut tetap memimpin perusahaan As Ever dari Inggris — lini yang menjual selai, teh, dan anggur dengan harga tinggi — sementara Harry dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan melalui lembaga amal berbasis di Inggris.

"Perhaps Meghan is taking one for the team here, because I’m not sure this is her life’s desire to live back in the U.K.," kata Jennie Bond, mantan koresponden kerajaan BBC, kepada Sky News.

Kunjungan ke Highgrove

Sejak pindah ke Amerika Serikat, Harry hanya beberapa kali kembali ke Inggris. Sebagian kunjungannya terkait serangkaian gugatan terhadap tabloid Inggris dengan hasil beragam, serta upaya yang gagal untuk menentang keputusan pemerintah mencabut pengamanan khusus bagi dirinya.

Kunjungan Harry kepada ayahnya sebelumnya jarang dilakukan dan berlangsung singkat, meski belakangan hubungan mulai berubah. Bulan lalu, Harry, Meghan, dan kedua anak mereka mengunjungi Inggris dan menghabiskan waktu bersama Charles serta Ratu Camilla di Highgrove House, kediaman pedesaan di sebelah barat London.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan pertama Archie dan Lilibet bertemu kakek mereka sejak perayaan Platinum Jubilee mendiang Ratu Elizabeth II pada 2022.

Menurut laporan media Inggris, Charles baru mengetahui rencana kepulangan Harry dan keluarganya pada Minggu. "Jika saya adalah raja, saya sebenarnya akan berpikir, 'Tunggu, kamu datang minum teh bersama saya, kita duduk dan mengobrol, dan kamu bahkan tidak menyebutkan ini?'," kata Bond.

"Saya merasa itu sangat aneh," lanjutnya.

Istana Buckingham memiliki kebijakan untuk tidak memberikan komentar mengenai spekulasi tentang anggota keluarga kerajaan yang tidak menjalankan tugas resmi.

Luka Lama

Upaya Harry untuk memperbaiki hubungan keluarga diperkirakan tidak mudah. Hubungan memburuk setelah wawancara terbuka dengan Oprah Winfrey dan serial Netflix yang memuat keluhan terhadap keluarga kerajaan. Dalam pernyataan-pernyataan itu, keduanya menuding pejabat Istana Buckingham tidak sensitif terhadap masalah kesehatan mental Meghan, serta menyebut sedikitnya satu anggota keluarga kerajaan pernah menyampaikan pandangan bernada rasis ketika Meghan — yang menggambarkan dirinya sebagai keturunan multiras — mengandung anak pertama mereka.

Kerenggangan kian dalam usai terbitnya memoar Spare pada 2023. Dalam buku tersebut, Harry menyebut William sebagai "musuh bebuyutan" dan mengklaim pernah diserang secara fisik dalam pertengkaran mengenai Meghan. Ia juga menggambarkan Camilla sebagai sosok yang "berbahaya" dan, dalam wawancara promosi bukunya, menuding Camilla mendekati tabloid untuk memperbaiki citranya sendiri dengan mengorbankan orang lain.

"Saya tidak tahu berapa lama lagi ayah saya akan hidup," kata Harry.

Peter Hunt, mantan koresponden kerajaan BBC, menilai pengumuman mengejutkan mengenai kepulangan Harry kemungkinan membuat William sangat marah. "Dalam jangka pendek, Harry akan dapat memperdalam hubungan baiknya dengan ayahnya," kata Hunt kepada Press Association.

"Dan kehadirannya kembali di rumah akan membuat semakin sulit bagi saudaranya untuk menghindari rekonsiliasi," lanjutnya.

Rekomendasi