Lewati Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal, Kisah Kepala Unit BRI Dampingi UMKM di Rantau Prapat

M A Hasibuan, Kepala Unit BRI Sigambal, secara berkala mengunjungi UMKM untuk memberikan pendampingan demi pertumbuhan dan peningkatan kelas usaha mereka.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Lewati Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal, Kisah Kepala Unit BRI Dampingi UMKM di Rantau Prapat
(istimewa)

Ketika hujan mulai turun, tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Banyak jalan yang harus dilalui berubah menjadi berlumpur, namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat Hasibuan untuk menemui para pelaku usaha secara langsung.

Hasibuan menjabat sebagai Kepala Unit BRI Sigambal di Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, dan telah menjalankan tugas ini selama hampir dua tahun. Ia secara rutin turun ke lapangan untuk memeriksa keadaan usaha para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendengarkan keluhan mereka, serta memahami apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Baginya, bertemu langsung dengan nasabah bukan hanya sekadar rutinitas pekerjaan. Setiap kunjungan memberikan kesempatan untuk mendengarkan berbagai kisah masyarakat, dari mereka yang berjuang mempertahankan usaha, pedagang yang memerlukan tambahan modal, hingga keluarga yang mengandalkan penghasilan dari bisnis yang mereka bangun dengan penuh ketekunan.

"Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat," ungkap Hasibuan.

Mendalami kebutuhan UMKM secara langsung.

Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang
Kalimat ini memiliki keistimewaan.

Hasibuan menyatakan bahwa untuk memahami kondisi dan kebutuhan pelaku usaha, tidak cukup hanya mengandalkan dokumen atau angka yang terdapat dalam pengajuan pembiayaan. Dengan cara mengunjungi lokasi usaha dan melakukan dialog langsung, ia bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang situasi nasabah.

Hal ini bertujuan agar pembiayaan dan solusi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini juga menjadi alasan Hasibuan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan nasabah. Pembicaraan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada kebutuhan modal, tetapi juga mencakup berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis. Ia juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan yang ada.

Bagi Hasibuan, akses terhadap modal adalah langkah awal yang penting bagi UMKM untuk berkembang. Apabila diberikan kepada usaha yang tepat dan dikelola dengan baik, pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan modal kerja, memperbesar kapasitas, dan bahkan memperluas skala bisnis.

"Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," ungkapnya.

Pendampingan yang diberikan Hasibuan juga menunjukkan hasil positif pada perkembangan sejumlah nasabah yang sebelumnya mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seiring dengan pertumbuhan skala bisnis dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan, beberapa nasabah secara bertahap telah berhasil beralih ke kredit komersial. Bagi Hasibuan, perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan jenis pembiayaan yang digunakan oleh nasabah.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa usaha yang dimulai dari skala kecil memiliki peluang untuk terus tumbuh, asalkan mendapatkan akses dan dukungan yang tepat.

"Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil," ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Penggunaan Layanan Digital.

Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang
Khusus dan unik.

Peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi salah satu fokus utama selain pendampingan usaha dan akses pembiayaan. Hasibuan mengungkapkan berbagai layanan yang ditawarkan oleh BRI, seperti BRImo, QRIS, dan BRILink Agen. Layanan-layanan ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dengan cara yang lebih aman dan efisien. Untuk pelaku UMKM, penggunaan layanan digital diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung operasional sehari-hari serta memperluas penggunaan layanan keuangan formal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menekankan bahwa kedekatan antara BRI dan masyarakat, termasuk Kepala Unit BRI, merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas inklusi keuangan dan mendorong pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

"Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, insan BRI memiliki peran penting untuk hadir, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat," ujar Dhanny.

Dhanny juga menyoroti bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam mendorong perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses pembiayaan hingga peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan digital.

"Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat," imbuh Dhanny.

Rekomendasi