Prabowo Ingin Semua Warga Punya Rekening dan QRIS, Terhubung ke Dukcapil

Pemerintah menyiapkan pembukaan rekening bagi warga lewat BRI dan BSI, dipadankan dengan Dukcapil dan sistem BI. QRIS akan menjadi gateway pembayaran.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Prabowo Ingin Semua Warga Punya Rekening dan QRIS, Terhubung ke Dukcapil
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberangkatkan kontingen Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand (YouTube Sekretariat Presiden)

Pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat. Melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI), rekening yang dibuka akan terhubung dengan data kependudukan Dukcapil serta terintegrasi dengan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Kebijakan ini dirancang tidak semata mengejar angka inklusi keuangan, melainkan memperluas akses masyarakat ke layanan keuangan formal sekaligus menyiapkan infrastruktur penyaluran berbagai program pemerintah ke depan.

Penguatan akses juga dibarengi upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan digital yang kian terintegrasi dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

"Jadi pembahasan dengan Bapak Presiden terkait dengan kepemilikan rekening daripada warga negara atau masyarakat Indonesia. Tadi sudah disampaikan bahwa berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan oleh OJK dan BPS, itu tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen. Kemudian juga untuk literasi keuangan Itu sebesar 63,57 persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (8/9/2026).

Sejalan dengan itu, pemerintah mempersiapkan penyediaan rekening melalui BRI dan BSI. Data kependudukan dari Dukcapil akan dipadankan dengan sistem yang tersedia di Bank Indonesia untuk mendukung layanan yang lebih tepat sasaran dan terjangkau.

Rekening Terhubung QRIS

Pemerintah juga mendorong penguatan sistem pembayaran digital lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Integrasi rekening dengan instrumen ini diharapkan memudahkan transaksi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

"Yang kedua gateway system-nya jadi menggunakan QRIS. Ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin. Lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Tentu ke depannya berbagai program, nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," ungkap Menko Airlangga.

Penguatan inklusi dan literasi keuangan diharapkan mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah agar manfaatnya lebih luas. Dengan kepemilikan rekening yang makin merata, penyaluran program kepada masyarakat dapat dilakukan lebih efektif melalui rekening yang disiapkan.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan secara berkelanjutan.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas otoritas dan lembaga terkait agar perluasan akses rekening, integrasi data, serta penguatan sistem pembayaran berjalan efektif sebagai fondasi ekosistem keuangan yang inklusif.

Rekomendasi