18 Daerah Sumut Diselimuti Asap, Jarak Pandang Tinggal 500 Meter

Fenomena ini memicu penurunan kualitas udara hingga kategori tidak sehat dan memangkas jarak pandang secara drastis.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
18 Daerah Sumut Diselimuti Asap, Jarak Pandang Tinggal 500 Meter
Petugas pemadam kebakaran membawa peralatan mereka saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto AP/Muhammad Hatta)

Citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap menyelimuti sedikitnya 18 kabupaten dan kota di Sumatra Utara, Selasa (8/9). Fenomena ini memicu penurunan kualitas udara hingga kategori tidak sehat dan memangkas jarak pandang secara drastis.

​Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara. Daerah terdampak meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal. Selain itu, asap juga terdeteksi di Kota Tanjungbalai, Sibolga, Padang Sidempuan, serta Pematang Siantar.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengungkapkan bahwa kemunculan asap ini terindikasi kuat akibat maraknya titik panas. BMKG memantau sebanyak 26 titik panas di wilayah Sumut.

"Terdapat empat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan," ujar Hendro dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).

​Dampak dari kombinasi kabut dan asap ini dirasakan langsung di lapangan. Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan jarak pandang turun drastis hingga tersisa 500 meter sampai 5 kilometer.

"Tak hanya mengganggu jarak pandang, pemantauan konsentrasi Particulate Matter 2,5 di udara Sumut kini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," ujar Hendro.

Merespons kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat beraktivitas di luar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama para pengguna jalan. Pengendara diminta menjaga jarak aman dan mengantisipasi keterbatasan pandangan akibat pekatnya asap.

"Pemerintah daerah setempat juga didesak segera mengambil langkah konkret melalui koordinasi lintas sektor bersama BPBD, TNI, dan Polri guna mengantisipasi memburuknya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkas Hendro.

Rekomendasi