BMKG Petakan Abu Anak Krakatau di 7.000 Kaki, Begini Arah Lintasannya

Abu Anak Krakatau terdeteksi hingga 7.000 kaki. BMKG memetakan arah sebaran ke selatan-barat daya dan dampaknya ke bandara. Ini data dan pernyataannya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
BMKG Petakan Abu Anak Krakatau di 7.000 Kaki, Begini Arah Lintasannya
Foto Erupsi Gunung Anak Krakatau saat menyemburkan lava pijar dan abu vulkanik. (Dok Istimewa)

BMKG memetakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke arah selatan–barat daya dan mencapai ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,13 kilometer pada Selasa (8/9/2026). Informasi ini menjadi acuan pemantauan cuaca penerbangan serta mitigasi operasional bandara yang terdampak abu Anak Krakatau.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut sebaran abu terdeteksi di sebagian wilayah Banten bagian barat laut serta Samudra Hindia di barat laut Banten. "Mencakup sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten dengan kecepatan 5-10 knot (9,3-18,5 km/jam) pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB," kata Andri dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

BMKG menyatakan pemantauan pergerakan abu dilakukan real-time untuk mendeteksi perubahan arah dan konsentrasi, menggunakan citra satelit dan data meteorologi penerbangan. Selain itu, pengujian paper test berkala dilakukan di sejumlah titik bandara. Hingga pukul 06.00 WIB, delapan bandara yang sebelumnya ditutup dinyatakan negatif paparan abu vulkanik dan kembali beroperasi setelah AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM.

Delapan Bandara Dibuka Kembali

Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi sejak pukul 00.30 WIB, disusul Bandara Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB, Bandara Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB, Bandara Budiarto Curug pukul 01.25 WIB, dan Bandara Pondok Cabe pukul 01.28 WIB.

Selanjutnya, Bandara Muhammad Taufik Kiemas beroperasi kembali pukul 09.31 WIB, Bandara Radin Inten II pukul 09.45 WIB, dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung pukul 09.50 WIB.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan pemantauan sebaran abu vulkanik tetap dilanjutkan meski sejumlah bandara telah dibuka kembali. "Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik," kata Faisal.

Untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari material abu, BMKG bersama BNPB, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026. OMC dilakukan melalui penyemaian awan hujan dan penyemprotan water mist menggunakan dua pesawat Cessna Caravan yang beroperasi dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

Rekomendasi