Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap suka dan duka hampir setahun memimpin Kementerian Keuangan. Ia menyebut beban kerja yang tinggi berdampak pada kondisi fisik, sementara dari sisi profesi ia menikmati kesempatan menguji teori ekonomi melalui kebijakan.
"Kalau suka-dukanya, dukanya dulu. Menjadi Menteri Keuangan itu memang berat. Beratnya pekerjaan membuat berat badan saya turun dari 102 kilogram sampai 88 kilogram, tetapi sekarang sudah kembali sekitar 98 kilogram," kata Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).
"Kalau sukanya, bagi ekonom seperti saya, yang paling menarik adalah ketika teori bisa diuji langsung di lapangan dan hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau rencanakan," lanjutnya.
Advertisement
Purbaya: Ekonomi Mulai Lepas dari Stagnasi 5 Persen
Purbaya menilai perekonomian Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan sekitar 5% dan berpeluang mendekati 6% pada kuartal IV-2026. Ia mencatat pertumbuhan sebesar 5,39% pada kuartal IV-2025, naik menjadi 5,61% pada kuartal I-2026, lalu 5,29% pada kuartal II-2026.
Menurutnya, perlambatan pada kuartal II-2026 dipengaruhi gejolak dan gangguan global. Namun, ia melihat indikator domestik bergerak ke arah yang lebih positif.
"Mesin pertumbuhan mulai bergerak. Sektor privat mulai berjalan pelan-pelan, bahkan lebih cepat dari sebelumnya," ujar Purbaya.
Ia menambahkan tantangan terbesar dalam setahun terakhir adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian. Untuk itu, ia menerapkan konsep self-fulfilling prophecy guna membentuk ekspektasi publik yang positif.
Advertisement
Ekspektasi Pasar dan Tekanan Lembaga Pemeringkat
Menurut Purbaya, ekspektasi yang positif mendorong investor menanamkan modal, masyarakat berbelanja, dan perusahaan berekspansi. Sebaliknya, persepsi negatif membuat pelaku ekonomi menahan investasi dan konsumsi sehingga menekan laju pertumbuhan.
Ia tidak memungkiri pemerintah turut berhadapan dengan tekanan pasar serta kekhawatiran atas penilaian lembaga pemeringkat global. Untuk menjaga stabilitas, pemerintah mengedepankan disiplin kebijakan fiskal dan memperkuat sektor keuangan.
Purbaya mencontohkan penerbitan Panda Bond di China sebagai salah satu sinyal kepercayaan tersebut, ketika pemerintah memperoleh tingkat bunga yang efisien, yakni sekitar 2,19% dan 1,9%.
"Yang sulit itu bukan jurusnya. Jurusnya gampang, itu-itu saja. Yang sulit adalah melawan ekspektasi publik atau narasi negatif yang berkembang," tegas Purbaya.