Penggunaan Bahan Bakar SAF Mulai 2027, Pertamina Perluas Sertifikasi di 5 Lokasi

Pertamina Patra Niaga memperluas sertifikasi ISCC untuk SAF menjadi lima lokasi strategis. Langkah ini menyiapkan layanan jelang mandat 2027.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Penggunaan Bahan Bakar SAF Mulai 2027, Pertamina Perluas Sertifikasi di 5 Lokasi
Pertamina Patra Niaga semakin memperluas jangkauan layanan SAF bagi maskapai. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

PT Pertamina Patra Niaga memperluas cakupan sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke lima lokasi strategis di Indonesia. Langkah ini memperkuat kesiapan pengembangan dan komersialisasi SAF di tengah persiapan menuju penerapan kewajiban penggunaan SAF pada 2027.

Pada 2026, perluasan dilakukan mencakup Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal (IT) Surabaya, sehingga jangkauan layanan SAF bagi maskapai semakin dekat dengan titik operasi. Penambahan di Bandara Juanda turut membuka potensi permintaan voluntary dari maskapai di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sertifikasi ISCC tersebut terbit pada 8 Agustus 2026 dan berlaku selama satu tahun. Lima lokasi yang kini tersertifikasi meliputi AFT Soekarno-Hatta, AFT Halim Perdanakusuma, AFT Ngurah Rai, AFT Juanda, serta IT Surabaya.

IT Surabaya menjadi Integrated Terminal pertama di Pertamina Patra Niaga yang tersertifikasi ISCC, memperluas penerapan standar keberlanjutan pada rantai pasok di luar jaringan Aviation Fuel Terminal. Menurut Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, perluasan ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses layanan SAF sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan menangkap peluang pertumbuhan pasar penerbangan berkelanjutan di Indonesia.

"Dengan semakin luasnya cakupan sertifikasi dan kesiapan rantai pasok, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan maskapai sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem SAF nasional,” ujar Alimuddin, dikutip dari keterangan resmi, Selasa, (1/9/2026).

Memasuki tahun ketiga implementasi, sertifikasi ISCC menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga memastikan pengelolaan SAF dan atribut keberlanjutannya memenuhi aspek compliance, governance, traceability, serta Chain of Custody sesuai standar yang diakui internasional.

Dukung Kesiapan SAF Pertamina Patra Niaga

Penguatan sertifikasi ini sekaligus mendukung kesiapan Pertamina Patra Niaga terhadap implementasi mandat SAF Pemerintah Indonesia mulai 2027, melalui penguatan operasional, infrastruktur, serta tata kelola rantai pasok.

Langkah tersebut merupakan bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina dalam mengembangkan ekosistem biofuel dan bisnis rendah karbon, sekaligus mendukung upaya pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Rekomendasi