Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras naik pada Agustus 2026 untuk kualitas medium maupun premium. Kenaikan ini terkait penurunan potensi luas panen serta hambatan distribusi beras ke pasar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut inflasi beras terjadi baik secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy) pada periode tersebut.
"Inflasi yang terjadi pada beras pada Agustus ini tercermin dari penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026," kata Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).
"Kendati demikian, inflasi beras tidak semata-mata disebabkan oleh produksi padi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasar," imbuhnya.
Di tingkat eceran, BPS mencatat inflasi beras sebesar 0,42% mtm pada Agustus 2026, dengan inflasi tahunan mencapai 2,77% yoy.
"Secara historis, bulan Agustus mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya. Oleh karena itu, kami mencatat kondisi beras mengalami inflasi pada Agustus," terang Ateng.
Advertisement
Beras Premium Melompat Lebih Tajam Dibanding Medium
BPS juga melaporkan rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 naik 1,32% mtm dan 5,52% yoy.
Berdasarkan kualitas di penggilingan, beras premium meningkat 1,22% mtm dan 10,07% yoy.
Adapun beras medium naik 1,48% mtm dan 4,03% yoy.
"Jadi secara year-on-year, kenaikan harga beras premium memang lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," jelas Ateng.
Advertisement
Inflasi di Grosir dan Arah Harga Sejak Awal 2026
Selain di eceran, BPS mencatat inflasi beras di tingkat grosir sebesar 0,80% mtm dan 4,28% yoy.
Data BPS menunjukkan rata-rata harga beras melanjutkan tren kenaikan sejak Januari 2026. Pada Agustus 2026, rata-rata harga beras di penggilingan tercatat Rp 14.213 per kilogram (kg).
Di tingkat grosir, rata-rata harga mencapai Rp 14.901 per kg, sementara di eceran berada di Rp 15.641 per kg. Kenaikan rata-rata berada di kisaran Rp 130–200 per kg di tiap level dibanding posisi Juli 2026.
"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata yang mencakup berbagai jenis kualitas dan mencakup seluruh wilayah di Indonesia," kata Ateng.