PMSol Pangkas Birokrasi Keselamatan Kerja Lewat Digitalisasi, Begini Cara Kerjanya

Lewat digitalisasi end-to-end yang terintegrasi penuh melalui situs resmi HSSE induction, alur birokrasi manual tersebut resmi dipangkas.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PMSol Pangkas Birokrasi Keselamatan Kerja Lewat Digitalisasi, Begini Cara Kerjanya
<p>Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan, sebagai kontraktor kerja sama (KKS) Hulu Migas yang beroperasi di 7 kabupaten/kota di provinsi Riau mencatatkan lifting minyak hingga akhir tahun 2024 mencapai 58 juta barel selama tahun 2024. (Dok Pertamina)</p>

Pengelolaan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan operasional maritim kini tak lagi identik dengan tumpukan berkas fisik yang rumit. PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) kini menjalankan transformasi digital secara menyeluruh guna memodernisasi standar keselamatan kerja kru kapal dan Tenaga Alih Daya sebelum resmi bertugas (on boarding).

Jika dahulu proses induksi HSSE menuntut kesabaran ekstra, berkutat dengan tumpukan dokumen fisik mulai dari hasil Medical Check-Up (MCU) hingga sertifikat pelatihan yang tercecer dalam bentuk hardcopy, kini semua berubah.

Lewat digitalisasi end-to-end yang terintegrasi penuh melalui situs resmi HSSE induction, alur birokrasi manual tersebut resmi dipangkas. Sistem baru ini tidak hanya sekadar memindahkan data ke dalam format digital, melainkan merombak total pengalaman pekerja sebelum turun ke lapangan.

Melalui ekosistem baru ini, setiap pekerja wajib mengikuti tahapan interaktif tour demo room yang imersif sebagai bagian dari modul pengenalan. Setelahnya, mereka dapat merampungkan seluruh tahapan administratif secara mandiri, mulai dari registrasi, mengunggah data MCU dan sertifikat, hingga menyelesaikan pre-test dan post-test—langsung dari gawai atau komputer masing-masing.

Begitu seluruh tahapan tuntas, sistem secara otomatis menerbitkan HSSE Passport digital. Inovasi ini kian mempermudah pengawasan di lapangan. Petugas pengawas tidak perlu lagi memeriksa dokumen satu per satu; cukup memindai (scan) kode batang (barcode) pada kartu digital pekerja untuk menampilkan status kesehatan serta riwayat pelatihan secara akurat dalam hitungan detik.

Integritas operasional pun turut diperkuat. Di dalam antarmuka digital ini, disematkan fitur kode batang pelaporan khusus agar pekerja dapat melaporkan indikasi kecurangan (fraud) secara transparan demi terciptanya lingkungan kerja yang bersih.

Tak berhenti di situ, PMSol juga mengembangkan Digital MCU untuk mengelola pemeriksaan kesehatan secara end-to-end, serta aplikasi P-HORSE (Pertamina HSSE Online Reporting System Excellence) guna memantau laporan Unsafe Actdan Unsafe Condition hingga tindak lanjutnya. Budaya keselamatan ini diperkuat lewat agenda rutin Apel Corporate Life Saving Rules (CLSR).

Apresiasi Tingkat Nasional

PMSol Pangkas Birokrasi Keselamatan Kerja Lewat Digitalisasi
PMSol Pangkas Birokrasi Keselamatan Kerja Lewat Digitalisasi

Langkah berani dalam memodernisasi keselamatan kerja ini mengantarkan PMSol menyabet empat penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia QHSE & Sustainability Awards (IQSA) 2026 yang digelar Indonesia Business Asia.

Manager HSSE PMSol, Febry Donny yang memimpin fungsi HSSE PMSol sejak 2024, dinilai berhasil menguatkan implementasi keselamatan kerja lewat pengendalian risiko yang ketat, pemantauan kinerja, hingga pelaksanaan Management Walkthrough secara berkala di area operasional. 

Direktur Utama PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), Joko Pramono, menegaskan bahwa pencapaian ini lahir dari komitmen bersama seluruh Perwira PMSol dalam mengintegrasikan keselamatan ke dalam setiap lini bisnis.

"Ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat implementasi HSSE di seluruh lini bisnis PMSol. Bagi kami, HSSE bukan hanya mengenai kepatuhan terhadap standar dan regulasi, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses dan aktivitas kerja," ujar Joko.

Joko menambahkan bahwa kepemimpinan yang kuat, keterlibatan pekerja, dan inovasi berkelanjutan menjadi kunci utama maturitas budaya keselamatan perusahaan.

"Kami percaya bahwa kepemimpinan yang kuat, keterlibatan seluruh pekerja, serta inovasi yang berkelanjutan merupakan kunci untuk membangun budaya keselamatan yang semakin matang. Ke depan, PMSol akan terus meningkatkan standar HSSE agar dapat mendukung operasional yang semakin anjal, aman, dan berkelanjutan," lanjut Joko.

Capaian ini menjadi pijakan bagi PMSol untuk terus memperkuat budaya HSSE dan menghadirkan inovasi guna mendukung operasional sektor maritim yang aman, andal, serta berkelanjutan.

Rekomendasi