Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa atau Simpkopdes terus memperbarui data transaksi di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Koperasi Merah Putih. Berdasarkan data per 1 September 2026, volume transaksi Beras Medium SPHP 5 Kg mencapai 8,04 juta unit dengan nilai transaksi sebesar Rp92,52 miliar.
Angka tersebut menjadikan beras SPHP sebagai komoditas dengan nilai transaksi tertinggi dibandingkan produk lainnya yang tercatat dalam sistem.
Minyak goreng menjadi posisi kedua dengan volume transaksi sebanyak 3,2 juta unit dengan nilai mencapai Rp47,11 miliar. Selanjutnya, barang lainnya mencatat 758,7 ribu transaksi dengan nilai Rp13,70 miliar.
Sementara itu, dari sektor pertanian Pupuk NPK Phonska menjadi produk dengan volume transaksi paling tinggi, yakni sebanyak 8,1 juta unit, meski nilai transaksinya tercatat Rp15,09 miliar. Adapun Pupuk Urea N 46% mencatat volume transaksi sebanyak 6.2 juta unit dengan nilai Rp11,27 miliar.
Advertisement
Produk Kebutuhan Pokok Lainnya
Produk kebutuhan pokok lainnya juga masuk dalam transaksi Kopdes Merah Putih. Beras tercatat sebanyak 482 ribu unit dengan nilai Rp5,67 miliar, sedangkan Gula DN mencapai 74,4 ribu unit dengan nilai Rp1,24 miliar.
Sementara itu, transaksi Gas LPG 3 Kg tercatat sebanyak 30,9 ribu unit senilai Rp580,48 juta. Sunco Minyak Goreng Pouch 2L dengan volume 11,8 ribu unit dan nilai transaksi sebesar Rp533,38 juta.
Susu Ultramilk 125ML menjadi produk dengan volume dan nilai transaksi paling kecil dalam daftar tersebut yakni, 4,05 ribu unit dengan nilai 527,02 juta
Data tersebut menunjukkan beras SPHP menjadi komoditas yang paling besar kontribusinya terhadap nilai transaksi Kopdes Merah Putih pada 2026. Sementara berdasarkan jumlah unit yang ditransaksikan, Pupuk NPK Phonska menempati posisi teratas.