Langkah cepat diambil PT Pertamina Patra Niaga dalam merespons bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Guna memastikan kondisi fisik dan mental para pengungsi tetap terjaga, perusahaan mendirikan posko layanan medis gratis di Lapangan Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Beroperasi penuh selama 24 jam sejak Jumat (21/8), posko ini tidak hanya melayani rawat jalan bagi korban gempa dan warga sekitar, tetapi juga menyediakan fasilitas rawat inap untuk pasien yang memerlukan penanganan intensif. Dalam mengoperasikan posko tersebut, tim medis Pertamina bersinergi dengan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) serta tenaga kesehatan lokal.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menyatakan bahwa penyediaan fasilitas medis ini difokuskan untuk menangani berbagai potensi penyakit yang muncul pascabencana. Posko ini diperkuat oleh tim profesional yang mencakup dokter, perawat, hingga tenaga logistik farmasi.
"Kami menyadari bahwa pascabencana gempa, kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan menjadi prioritas utama bagi warga terdampak. Pendirian posko medis gratis di Lapangan Golo Conggo ini merupakan langkah konkret Pertamina Patra Niaga untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan," ujar Roberth di Jakarta, Senin (24/8).
Advertisement
Ratusan Warga Mulai Terlayani
Sejak hari pertama beroperasi, antusiasme warga untuk memeriksakan diri sangat tinggi. Dokter dari IHC yang bertugas di posko Pertamina Patra Niaga, dr. Dafa Fatihada, mencatat lebih dari 200 warga Reok telah datang berobat. Keluhan yang paling banyak dialami masyarakat di antaranya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, masalah lambung, hingga nyeri tulang belakang.
"Untuk hari ini saja kami sudah menangani sekitar 150 pasien dari pagi hingga sore hari. Alhamdulillah, sejauh ini semua keluhan masyarakat dapat tertangani dengan baik," tutur Dafa.
Kehadiran posko medis ini membawa angin segar bagi para pengungsi. Yesi Dwi Pratnasari, salah seorang warga Reok yang mengungsi, mendatangi posko akibat keluhan sakit tenggorokan serta nyeri dari area tengkuk hingga pinggang. Ia mengaku terkesan dengan pendekatan ramah para petugas medis yang turut memberikan dukungan psikologis di tengah masa sulit.
"Pelayanannya sangat baik. Dokternya ramah dan sangat perhatian saat bertanya. Waktu ditanya-tanya tadi kami bahkan sempat bercanda untuk sekadar menghibur hati yang sedang sedih," ungkap Yesi.
Hal senada disampaikan oleh Nanang Kasim, warga Reok lainnya yang memeriksakan penyakit demam, batuk berdahak, serta tekanan darah tinggi. Ia berharap kehadiran posko medis ini dapat terus memberikan dampak positif bagi seluruh korban gempa, khususnya kelompok rentan.
"Posko ini sangat bagus, dokternya ramah-ramah. Semoga keberadaan posko ini bisa membantu semua warga terkait masalah kesehatan, terutama untuk balita dan lansia. Ini sangat-sangat membantu kami," tutup Nanang.