Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia

Kementerian ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia. Di Vladivostok, Prabowo mengundang kolaborasi industri. Ini yang disampaikan.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan lebih dari seratus wilayah kerja migas di Indonesia kepada calon investor dari Rusia. Opsi partisipasi dilakukan melalui mekanisme lelang yang tengah dibuka pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyampaikan bahwa sektor migas menjadi salah satu topik yang ditawarkan kepada pengusaha Rusia.

"Kementerian ESDM menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang lah ya," kata Erani, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Erani belum memerinci blok mana saja yang masuk dalam penawaran tersebut. Ia menyebut isu migas turut dibahas dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia. "Sebetulnya yang paling pokok itu, nanti Pak Menteri-lah yang lebih pas, biar Pak Menteri (menjelaskan). Kalau kita dari Kementerian ESDM pasti urusannya di situ ya, migas ya," ucap Erani.

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo mengundang pengusaha Rusia untuk berinvestasi dan berkolaborasi membangun industri di Indonesia saat Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis, 3 September 2026.

"Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama," kata Prabowo.

Indonesia sebagai Pintu Masuk Pasar Kawasan

Di forum tersebut, Prabowo menekankan posisi strategis Indonesia sebagai gerbang menuju pasar Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.

Ia menyatakan, pengembangan industri bersama di Indonesia membuka peluang bagi pelaku usaha Rusia untuk menjangkau konsumen domestik sekaligus memperluas pasar ke negara-negara kawasan.

"Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," ujarnya.

Prabowo juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai instrumen untuk memperkuat hubungan investasi Indonesia–Rusia. Ia menjelaskan, Danantara merupakan sovereign wealth fund dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun yang diharapkan menjadi jembatan kepentingan strategis dan modal kedua negara.

"Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu," jelas Prabowo.

Rekomendasi