Situasi darurat akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menuntut perhatian serius terhadap aspek kesehatan dan keselamatan warga yang masih harus beraktivitas di ruang terbuka. Memahami urgensi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli langsung mengambil langkah sigap di lapangan.
Sebagai bentuk respons cepat, perseroan mengerahkan jaringan kepeduliannya untuk mendistribusikan bantuan logistik kesehatan berupa ribuan lembar masker pelindung serta vitamin penunjang daya tahan tubuh. Sasaran utama penyaluran ini diprioritaskan kepada masyarakat luas yang beraktivitas di berbagai titik dengan tingkat mobilitas harian yang sangat tinggi.
Di wilayah Jakarta, bantuan masker dibagikan di beberapa titik, yakni Halte Transjakarta CSW, kawasan MRT/KRL Sudirman, Simpang Susun Semanggi dan Bendungan Hilir pada Senin (7/9), yang disalurkan langsung oleh insan BRILian / pekerja BRI. Keterlibatan langsung para pegawai di garis depan ini tidak hanya memastikan distribusi berjalan lancar, tetapi juga menjadi wujud kedekatan nyata korporasi dalam mendampingi warga menghadapi situasi darurat bencana.
Langkah Cepat BRI Peduli Menjangkau Titik Publik Strategis
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi BRI Peduli Tanggap Darurat sebagai wujud respons cepat Perseroan dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat dan bencana.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat dan memberikan dukungan yang sederhana, namun berarti. Pembagian masker dan vitamin ini merupakan bentuk kepedulian BRI untuk membantu masyarakat tetap terlindungi dan dapat menjalankan aktivitasnya di tengah kondisi sebaran abu vulkanik,” ujar Dhanny.
Advertisement
Pentingnya Proteksi Dini Kesehatan Pernapasan di Tengah Bencana
Dampak erupsi gunung berapi sering kali meluas hingga radius puluhan kilometer tergantung arah angin, membawa material halus sisa pembakaran magma yang berbahaya jika terhirup dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk menggunakan alat pelindung diri standar serta mengonsumsi suplemen penambah daya tahan tubuh menjadi benteng pertahanan pertama bagi warga perkotaan yang mobilitasnya tinggi.
Menurutnya, kondisi sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya pada pernapasan dan mata. Karena itu, langkah-langkah pencegahan menjadi penting dilakukan masyarakat, termasuk dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“BRI berharap dukungan yang diberikan melalui BRI Peduli dapat membantu masyarakat menghadapi situasi ini dengan lebih aman dan nyaman,” tambah Dhanny.
Selain aksi pembagian masker dan vitamin di fasilitas publik utama, jejaring BRI Peduli juga memantau perkembangan situasi di daerah-daerah lain yang berpotensi ikut terpapar material vulkanik susulan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak berwenang guna memetakan kebutuhan mendesak di lapangan, memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak perbaikan kualitas kesehatan yang signifikan bagi para penerima manfaat.
Sebagai pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Peduli terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi masyarakat Indonesia. Kehadiran perseroan tidak terbatas pada situasi tanggap darurat bencana semata, melainkan melalui berbagai program inisiatif sosial berkelanjutan yang konsisten memberikan dampak positif serta kesejahteraan nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru tanah air.
(*)