Orang Tua Buka Suara Anaknya Keracunan hingga Diduga Hilang Ingatan

Seorang siswi berprestasi di Kabupaten Karo diduga mengalami gangguan ingatan.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Orang Tua Buka Suara Anaknya Keracunan hingga Diduga Hilang Ingatan
Ilustrasi – Infus untuk membantu pemulihan kesehatan pasien. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Seorang siswi berprestasi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Febiola boru Purba (16), diduga mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan akibat keracunan makanan pada 13 Agustus 2026.

Febiola merupakan siswi SMK Swasta Bersama Berastagi. Setelah mengalami kondisi tersebut, dia sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, mulai dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Amanda Karo, RS Haji Medan, hingga RSUP Haji Adam Malik Medan.

Ibu Febiola, Elvinus Lusiana boru Sitanggang, mengatakan kondisi anaknya kini mengalami gangguan ingatan hingga tidak mengenali anggota keluarganya.

"Dia tidak ingat apa-apa. Misalnya, jumpa dia sama adik dan kakaknya, enggak ingat dia. Enggak tahu dia itu adik dan kakaknya," kata Elvinus.

Menurut Elvinus, Febiola baru dapat mengenali anggota keluarganya setelah berulang kali diberi tahu mengenai identitas mereka.

"Tapi sesudah dibilang selalu kalau ini adik dan kakaknya," ujarnya.

Elvinus mengungkapkan kondisi tersebut sangat berbeda dengan kehidupan Febiola sebelum sakit. Dia menyebut putrinya dikenal sebagai siswi berprestasi dan aktif di sekolah. Febiola, kata dia, merupakan wakil ketua OSIS dan selalu meraih peringkat pertama sejak semester awal.

"Wakil Ketua OSIS dan juara satu. Mulai dari semester pertama, dari awal juara satu. Makanya dia minta sekolah selalu," beber Elvinus.

Selain gangguan ingatan, Elvinus juga menjelaskan sejumlah kondisi fisik yang dialami putrinya selama menjalani perawatan. Febiola sempat mengalami perubahan pada kondisi lidahnya.

"Lidahnya makin ditarik ke dalam. Itu bagian lidahnya sebelah kanan apa namanya ya. Lurus lidahnya," jelas Elvinus.

Saat menjalani perawatan di RS Haji Medan setelah keluar dari ruang ICU, keluarga juga menerima penjelasan dari dokter mengenai kondisi yang dialami Febiola.

Elvinus mengaku mendapat informasi dari keluarganya yang mendampingi Febiola di RSUP Haji Adam Malik bahwa terdapat dugaan zat beracun dalam tubuh anaknya.

"Kalau di RS Haji sesudah pindah dari ruang intensive care unit (ICU). Dibilang dokternya, kalau otaknya bercampur itu racunnya. Jadi, waktu di RSUP Haji Adam Malik aku tidak ikut. Tapi abangku ikut. Abangku cerita kata dokternya ada racun jamur," ucapnya.

Sementara itu, Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiola merupakan pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut.

"Sudah tiga kali kunjungan berobat di RSUP Haji Adam Malik. Pertama 31 Agustus 2026, lalu 7 September 2026 dan hari ini. Pasien ditangani dokter spesialis Gastro Anak, Neurologi anak dan sudah menjalani pemeriksaan electroencephalography (EEG)," ujarnya kepada merdeka.com, Selasa (8/9/2026).

Namun, Rosario belum bisa memerinci informasi lebih lanjut tentang Febiola yang menjalani rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik.

"Itu informasi yang bisa saya bagikan," pungkasnya.

Rekomendasi