Menembus Laut dan Perbukitan, Perjuangan AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut Sebatik

Cerita tentang AO PNM Mekaar yang mendampingi hampir 100 nasabah di Sebatik dalam mengembangkan usaha rumput laut dan menciptakan lapangan kerja.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Menembus Laut dan Perbukitan, Perjuangan AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut Sebatik
(istimewa)

Fipi Novita Sari, yang lebih akrab dipanggil Novi, merasakan pengalaman yang unik saat menjangkau pelaku usaha di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Sebagai Account Officer (AO) di PNM Mekaar, ia harus melakukan perjalanan melalui jalur laut dan darat untuk memberikan akses pembiayaan serta pendampingan kepada nasabah yang ada di sana.

Selama tiga bulan bertugas di Sebatik, Novi menghadapi perjalanan yang menantang, termasuk menggunakan perahu dan menyusuri jalan yang berkelok serta berbukit. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan banyak perempuan pelaku usaha rumput laut yang berusaha keras untuk mengembangkan usaha mereka.

Mayoritas nasabah yang didampingi Novi adalah pelaku usaha rumput laut. Mereka memanfaatkan pembiayaan dari Mekaar untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti membeli tali yang diperlukan dalam proses budidaya rumput laut.

Namun, perjalanan menuju nasabah tidak selalu berjalan mulus. Beberapa area di Sebatik didominasi oleh perkebunan kelapa sawit dan memiliki kontur jalan yang sulit. Ketika hujan turun deras, perjalanan melalui laut menjadi lebih berisiko karena ombak yang besar.

"Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas," ungkap Novi.

Dampingi Hampir 100 Nasabah di Sebatik

Tantangan dalam perjalanan tersebut membawa Novi lebih dekat dengan berbagai cerita usaha dari masyarakat Sebatik. Saat ini, ia mendampingi sekitar 18 kelompok dengan total hampir 100 nasabah yang berbeda.

Pendampingan yang dilakukan Novi dimulai sejak proses pembiayaan. Ia bertugas untuk menjelaskan setiap tahapan kepada nasabah hingga memastikan bahwa pembiayaan dapat dicairkan dengan lancar.

Dari interaksi yang terjalin dengan para nasabah, Novi dapat melihat bagaimana tambahan modal digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Misalnya, bagi para pembudidaya rumput laut, pembiayaan yang diterima sangat membantu mereka dalam membeli tali yang merupakan salah satu kebutuhan penting dalam budidaya.

Selain usaha rumput laut, Novi juga mendampingi nasabah yang bergantung pada hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai. Dalam beberapa keluarga, kegiatan usaha bahkan dilakukan secara kolaboratif, di mana suami mencari hasil laut di pulau lain, sementara istri menjual hasil tangkapan tersebut untuk mendapatkan penghasilan.

Dari Mak Betang Mulai Bangun Usaha Sendiri

Salah satu perubahan signifikan yang dialami Novi berasal dari perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai "Mak Betang". Istilah ini merujuk pada mereka yang membantu mengikat rumput laut dan bekerja di tempat penjemuran.

Setelah mendapatkan pembiayaan dari PNM, beberapa dari mereka mulai beralih dari pekerja menjadi pelaku usaha dengan membangun usaha sendiri.

"Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri," jelas Novi.

Pengalaman selama bertugas di Sebatik juga membuat Novi menyadari bahwa usaha rumput laut masyarakat setempat tidak berdiri sendiri. Komoditas ini terhubung dengan rantai ekonomi yang lebih luas, di mana sebagian rumput laut dari Nunukan dikirim ke Sulawesi untuk diolah lebih lanjut.

"Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor," ujar Novi.

Usaha Berkembang, Peluang Kerja Ikut Terbuka

Novi mengungkapkan bahwa perkembangan usaha nasabah juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar mereka. Ketika skala usaha semakin besar, kebutuhan akan tenaga kerja pun meningkat, sehingga membuka kesempatan bagi masyarakat lain untuk mendapatkan penghasilan.

"Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya," jelasnya.

Novi telah bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024. Baik sebelum maupun setelah menyelesaikan penempatan selama tiga bulan di Sebatik, ia juga bertugas di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.

Bagi Novi, menjadi AO PNM Mekaar tidak hanya mempertemukannya dengan banyak pelaku usaha, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri dan memahami proses pembiayaan.

"Selain itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya juga bisa mengembangkan diri di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan di salah satu perusahaan besar," tuturnya.

Kisah Novi bersama para nasabah di Sebatik menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultramikro. Holding UMi terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang dirancang untuk menghadirkan akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro di berbagai wilayah Indonesia.

Halaman
Rekomendasi