Kondisi Bandara Bali Sempat Terdampak Erupsi, Penerbangan Kembali Normal

Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk rute Tangerang, Jakarta, dan Bandung kembali beroperasi secara normal.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi - Reporter
Kondisi Bandara Bali Sempat Terdampak Erupsi, Penerbangan Kembali Normal
<p>Petugas bandara berjalan di area keberangkatan internasional di bandara Ngurah Rai di Tuban dekat Denpasar di pulau resor Bali (5/10/2021). Bandara Ngurah Rai akan kembali dibukan pada 14 Oktober untuk beberapa pelancong internasional. (AFP/Sony Tumbelaka)</p>

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali kembali melayani operasional penerbangan untuk rute dari ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO).

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, hal tersebut menyusul tiga dokumen Notice to Airmen (NOTAM) diterbitkan oleh AirNav Indonesia. Terkait pembukaan kembali aerodrome dan pengoperasian kembali operasional penerbangan.

"Atau resume operations di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta nomor pada 8 September 2026 pukul 00.40 WIB, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 8 September 2026 pukul 00.42 WIB," kata Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9).

Nugroho menyebutkan, mulai Selasa (8/9) dini hari, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk rute Tangerang, Jakarta, dan Bandung kembali beroperasi secara normal.

"Hal ini menyusul penerbitan notam dari AirNav Indonesia yang menyatakan kondisi ruang udara telah aman untuk operasional penerbangan, serta menyusul prosedur pemastian kesiapan operasional dan infrastruktur di tiga bandara tersebut,” ujar dia.

Kemudian dari sisi persiapan operasional di Bali, pihak Bandara Ngurah Rai telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan ground handling terkait kesiapan armada pesawat dan jadwal penerbangan.

"Dari 8 maskapai yang melayani tiga rute ini, mayoritas telah kembali melayani operasional penerbangan secara normal,” kata Nugroho.

Selain itu, berdasarkan koordinasi dengan maskapai penerbangan, maskapai yang telah kembali melayani operasional penerbangan secara normal sesuai jadwal adalah Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, NAM Air, Indonesia AirAsia, dan Pelita Air. Garuda Indonesia turut melakukan skenario operasional penggantian jenis pesawat dari narrow body menjadi wide body aircraft untuk sejumlah penerbangan untuk rute Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Sedangkan untuk TransNusa, penerbangan pada Selasa (8/9) berstatus dibatalkan untuk 4 penerbangan.

“Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk senantiasa berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) selaku pengelola bandara turut menyediakan Contact Center InJourney Airports yang dapat diakses melalui nomor telepon 172 untuk informasi kebandarudaraan,” ujar Nugroho.

Sebelumnya, sebanyak 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan akibat dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga Senin (7/9).

Gede Eka Sandi Asmadi Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengatakan, sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan dengan normal, baik untuk operasional penerbangan rute domestik dan internasional. Kemudian pada Minggu (06/9) pukul 07.00 WITA hingga Senin (07/9) pukul 11.00 WITA, telah tercatat 108 mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

"Kami mencatat sebanyak 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan, khususnya untuk rute dari ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung," kata Eka Sandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9).

"Adapun jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," tandasnya.

Rekomendasi