Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) secara resmi kembali membuka operasional penerbangan di lima bandara yang sempat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Pembukaan ini dilakukan melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru pada Selasa.
Adapun lima fasilitas penerbangan yang kini disetujui untuk kembali melayani aktivitas udara secara bertahap meliputi Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, serta Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan bahwa dibukanya kembali jalur penerbangan ini tetap diimbangi dengan kewaspadaan tingkat tinggi.
"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan," katanya.
Advertisement
Rincian Status dan Jadwal Operasional Bandar
Berdasarkan pembaruan NOTAM, seluruh lokasi tersebut kini ditetapkan berstatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS dengan detail waktu berlaku hingga pukul 23.59 WIB:
- Bandar Udara Radin Inten II (WILL): NOTAM B1159/26, beroperasi mulai pukul 09.45 WIB. ANTARA News+ 1
- Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP): NOTAM C1136/26, beroperasi mulai pukul 09.31 WIB. AirNav Indonesia+ 1
- Bandar Udara Budiarto (WIRR): NOTAM C1131/26, beroperasi sejak pukul 03.01 WIB. AirNav Indonesia+ 1
- Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP): NOTAM C1133/26, beroperasi sejak pukul 03.04 WIB. Kompas.com+ 1
- Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI): NOTAM C1138/26, beroperasi mulai pukul 09.50 WIB. Kompas.com+ 1
Advertisement
Evaluasi Keselamatan dan Pemantauan Berkala
Keputusan penting ini diambil setelah melalui evaluasi keselamatan serta peninjauan data aeronautika terkini yang mengindikasikan pergerakan sebaran abu vulkanik sudah mulai aman bagi lalu lintas udara.
Langkah ini juga diperkuat oleh pengujian langsung di lokasi penerbangan.
"Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif," paparnya.
Guna memastikan penerbangan berjalan aman dan lancar, AirNav Indonesia terus bersiap mengantisipasi dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sembari menjalin koordinasi rapat bersama instansi-instansi terkait.
"Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.