Bandara Mulai Beroperasi Lagi, Menhub Minta Inspeksi Pesawat Terdampak Abu Vulkanik

Sejumlah bandara dibuka kembali usai erupsi Anak Krakatau. Menhub mewajibkan inspeksi pesawat dan pemahaman restricted polygon demi keselamatan penerbangan.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Bandara Mulai Beroperasi Lagi, Menhub Minta Inspeksi Pesawat Terdampak Abu Vulkanik
Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah bersiap menyambut kehadiran pesawat Airbus A380-800 milik maskapai Emirates. (Dok Bandara Soetta)

Menhub Dudy Purwagandhi mewajibkan seluruh maskapai melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat sebelum kembali beroperasi usai erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini berjalan beriringan dengan pembukaan kembali sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik, dikutip dari Antara.

Ia menekankan otoritas bandara dan maskapai harus memastikan setiap armada bebas dari abu vulkanik, baik yang menempel pada badan pesawat maupun berpotensi masuk ke dalam mesin. Partikel abu yang sangat halus dinilai dapat menimbulkan risiko pada operasional jika terisap mesin.

"Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini juga disertai dengan sejumlah catatan. Otoritas bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat," kata Dudy Purwagandhi dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2026).

Selain inspeksi armada, pilot dan kru operasional diminta memahami restricted polygon, yakni kawasan udara yang dibatasi karena masih terdeteksi sebaran abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan.

Dudy menyebut maskapai pada umumnya telah memiliki prosedur operasi standar untuk meminimalkan paparan abu, termasuk menutup bagian mesin saat pesawat parkir.

Instruksi Menhub: Risiko Abu di Mesin Pesawat

Meski pesawat telah diberi perlindungan saat parkir, Menhub menegaskan pemeriksaan ulang wajib dilakukan sebelum armada kembali diterbangkan.

Abu vulkanik berukuran mikro dapat menyusup ke berbagai komponen, termasuk ke saluran masuk mesin, sehingga perlu dipastikan kondisi pesawat benar-benar aman.

Ia juga menekankan perlunya pengawasan terhadap pelaksanaan inspeksi yang melibatkan otoritas bandara, maskapai, dan unsur terkait lain untuk memastikan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi sebelum penerbangan komersial dilanjutkan.

Menhub mengingatkan bahwa menutup bagian mesin saat parkir belum cukup menghilangkan risiko, sehingga setiap pesawat yang akan kembali beroperasi harus melalui pemeriksaan menyeluruh.

Di sisi lain, sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik mulai kembali melayani penerbangan pada Selasa (8/9/2026) dini hari setelah evaluasi keselamatan menyatakan operasional aman.

"Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal," ujar Menhub.

Sejumlah Bandara Dibuka Bertahap

Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kembali dibuka dari Terminal 1 pada Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB.

Setelah itu, penerbangan kembali dibuka di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

"Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," ujar Menhub.

Meski sejumlah bandara telah kembali beroperasi, pemerintah masih memantau kondisi di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, dua bandara di Lampung masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum kembali membuka operasional penerbangan.

Kedua bandara tersebut adalah Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung.

Pemerintah memastikan keputusan pembukaan kembali bandara tetap mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

Rekomendasi