Solo Punya Robot Uji Darah, Bisa Periksa 850 Sampel per Jam

MT-8000 merupakan sistem TLA yang dikembangkan Mindray dengan dukungan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Solo Punya Robot Uji Darah, Bisa Periksa 850 Sampel per Jam
Pertama di Indonesia Miliki Robot Laboratorium Uji Darah Otomatis

Palang Merah Indonesia Kota Surakarta (PMI Solo) mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya di Indonesia, PMI Solo meresmikan penggunaan robot laboratorium otomatis Total Laboratory Automation MT-8000 dari Mindray, Rabu (9/9).

Teknologi TLA MT-8000 tersebut menjadi sistem Total Laboratory Automation pertama dari Mindray di Indonesia untuk pengujian imunoserologi darah. Penerapan teknologi ini merupakan hasil kerja sama PMI Kota Surakarta dengan PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika.

Kehadiran TLA MT-8000 diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pemeriksaan darah sekaligus menjaga konsistensi dan kualitas hasil pengujian, sehingga keamanan darah transfusi bagi masyarakat Solo Raya dan sekitarnya semakin terjamin.

Ketua Umum PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan peresmian alat tersebut menjadi momentum penting bagi PMI Surakarta dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah transfusi.

“Peresmian alat TLA alat laboratorium ini merupakan hal penting bagi PMI Kota Surakarta dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah transfusi kepada masyarakat Solo dan sekitarnya,” kata Sumartono.

Menurut dia, penerapan teknologi TLA tidak hanya menjadi sebuah inovasi, tetapi juga bentuk nyata komitmen PMI Surakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran teknologi TLA dari PT Mindray dan PT Mitra Bahagia bukan hanya sebuah inovasi, tapi wujud nyata komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan yang lebih akurat, lebih cepat, dan berbasis teknologi yang terbarukan,” ujarnya.

Ia berharap sistem otomasi laboratorium tersebut mampu membuat proses pemeriksaan darah dilakukan dengan standar yang semakin tinggi.

“Dengan adanya sistem total laboratorium otomatis ini kami berharap proses pemeriksaan darah dapat dilakukan dengan standar internasional yang lebih konsisten. Keamanan darah transfusi semakin terjamin yang merupakan salah satu fokus layanan PMI kepada masyarakat,” tutur Sumartono.

Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada pasien dan rumah sakit yang membutuhkan layanan darah dari PMI Surakarta.

“Pelayanan kepada pasien dan rumah sakit di Surakarta dan sekitarnya dapat dilakukan dengan lebih efektif, efisien, profesional, dan lebih tepat,” katanya.

Sumartono menyampaikan apresiasi kepada PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika atas dukungan serta kerja sama dalam menghadirkan teknologi tersebut.

“Tentunya kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika atas dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang telah berjalan dengan baik selama ini,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya dalam penerapan teknologi laboratorium, tetapi juga dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan secara lebih luas.

“Semoga langkah ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan,” kata Sumartono.

PMI Surakarta, lanjutnya, akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“PMI Kota Surakarta berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menghadirkan pelayanan yang berbasis teknologi namun tetap berlandaskan tujuh prinsip dasar gerakan PMI, salah satunya adalah kemanusiaan,” tegasnya.

“Karena sesungguhnya setiap tetes darah yang kita sediakan adalah harapan hidup bagi sesama. Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat pelayanan, inovasi, dan solidaritas,” imbuh Sumartono.

 

Mitra Siap Berikan Dukungan Berkelanjutan

General Manager PT Mitra Bahagia Citra Medika, Kevin Varianto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PMI Kota Surakarta dalam penerapan TLA MT-8000.

“Kami sangat mengapresiasi dapat dipercaya oleh PMI Kota Surakarta dan Mitra Bahagia Citra Medika untuk menjadi penyedia layanan kerja sama terhadap total laboratorium pertama di Indonesia ini,” kata Kevin.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut menjadi kebanggaan bagi PT Mitra Bahagia Citra Medika karena dapat mengambil bagian dalam pengembangan teknologi pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya Solo Raya.

“Kami dan segenap tim PT Mitra Bahagia Citra Medika sangat bangga dapat mengambil bagian dalam kemajuan dan perkembangan teknologi yang dapat memudahkan PMI Kota Surakarta untuk terus berkontribusi kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Solo Raya, dan memberikan pelayanan yang berkualitas,” katanya.

Kevin juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses implementasi TLA MT-8000.

“Terima kasih kami ucapkan sekali lagi atas kerja keras tim yang terlibat dalam menyukseskan instalasi alat TLA ini, mulai dari tahap perencanaan, pengiriman, instalasi teknis, hingga pelatihan aplikasi dan penggunaan oleh tim PMI Kota Surakarta,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan penerapan teknologi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.

“Seluruh proses ini tentu tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” imbuh Kevin.

Kerja sama PT Mitra Bahagia Citra Medika dengan PMI Surakarta yang telah terjalin sejak 2022 diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar.

“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara PT Mitra Bahagia Citra Medika dengan PMI Kota Surakarta sejak tahun 2022 dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, semakin erat, dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang,” ungkapnya.

PT Mitra Bahagia Citra Medika juga berkomitmen memberikan dukungan secara berkelanjutan.

“Kami juga akan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik, baik dari sisi layanan teknologi, pendampingan, hingga implementasi alat-alat ini agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi PMI Kota Surakarta,” kata Kevin.

“Semoga kerja sama ini bukan hanya menjadi pencapaian di hari ini, tapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk terus berinovasi, berkembang, dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” lanjutnya.

 

MT-8000 Berkapasitas 850 Sampel per Jam

Perwakilan Mindray mengatakan, peresmian TLA MT-8000 di PMI Surakarta menjadi pencapaian penting dalam penerapan teknologi otomasi laboratorium untuk pengujian imunoserologi darah di Indonesia.

“Hari ini, kita berkumpul di PMI Solo untuk menjadi saksi atas pencapaian baru: peresmian Total Laboratory Automation atau TLA pertama dari Mindray untuk pengujian imunoserologi darah di Indonesia,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PMI Surakarta atas kepercayaan yang diberikan kepada Mindray dalam menghadirkan solusi otomasi laboratorium tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Mindray. Mulai dari desain tata letak, persiapan lokasi, instalasi, hingga validasi, kedua tim kita telah bekerja sama secara erat untuk menyelesaikan solusi TLA cerdas ini di sini,” katanya.

Menurutnya, PMI memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan keamanan darah sebelum digunakan untuk transfusi.

“PMI memegang tanggung jawab krusial dalam pemindaian darah nasional dan keselamatan transfusi. PMI Solo, sebagai salah satu PMI pelopor yang menjadi pusat utama di Jawa Tengah dalam memproses pemindaian dan pengujian darah berskala besar guna memastikan pasokan darah yang aman bagi fasilitas kesehatan, dituntut untuk mencapai efisiensi throughput sekaligus kualitas hasil yang tinggi,” jelasnya.

“Kita harus mencapai kedua target tersebut,” tegasnya.

MT-8000 merupakan sistem TLA yang dikembangkan Mindray dengan dukungan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan.

“MT-8000 merupakan sistem TLA hasil inovasi mandiri dari Mindray. Terintegrasi dengan AI vision dan desain transportasi sampel empat jalur atau four-lane untuk mencapai kapasitas 850 sampel per jam,” jelas perwakilan Mindray.

Sistem tersebut mengotomatisasi tahapan pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik. TLA MT-8000 juga terintegrasi dengan middleware IT Innolab yang memungkinkan pemantauan status analyzer, TAT (Turnaround Time) sampel, manajemen quality control (QC), serta manajemen reagen.

“Sistem ini mengurangi penanganan manual dan risiko bahaya biologis atau biohazard, meningkatkan throughput laboratorium, serta mempercepat TAT, sehingga mendukung diagnosis yang cepat dan andal untuk pemindaian penyakit menular,” ujarnya.

 

Tingkatkan Efisiensi dan Konsistensi Pemeriksaan

Penerapan TLA MT-8000 di laboratorium PMI Surakarta juga memberikan manfaat bagi tenaga laboratorium. Otomasi memungkinkan pekerjaan manual yang berulang dikurangi sehingga tenaga profesional dapat lebih fokus pada kualitas hasil pemeriksaan dan kegiatan klinis.

“Dengan penerapan MT-8000 di sini, laboratorium PMI Solo akan mendapatkan manfaat besar. Salah satunya mengurangi pekerjaan manual yang berulang, sehingga para profesional laboratorium dapat berfokus pada hasil berkualitas tinggi di bidang klinis, bahkan memiliki lebih banyak waktu untuk penelitian klinis,” kata perwakilan Mindray.

Selain itu, sistem tersebut mendukung penerapan manajemen laboratorium secara digital dan terstandar.

“Alur kerja digital sepenuhnya untuk manajemen laboratorium yang terstandarisasi dan kualitas pengujian yang konsisten,” lanjutnya.

Mindray memastikan dukungan terhadap PMI Surakarta akan terus diberikan melalui tim layanan dan aplikasi lokal di Indonesia.

“Tim layanan dan aplikasi lokal kami di Indonesia juga akan terus memberikan dukungan siklus hidup penuh, pemeliharaan, pelatihan, dan optimalisasi laboratorium untuk menjamin kelancaran operasional MT-8000 bersama distributor kami, Mitra Bahagia,” jelasnya.

Mindray berharap penerapan teknologi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di Solo Raya dan Jawa Tengah.

“Kami berharap MT-8000 dapat memperkuat laboratorium PMI Solo, memberikan layanan diagnosis yang lebih cepat dan terpercaya bagi para pasien di Solo dan Jawa Tengah, serta memperkokoh kapasitas kesehatan masyarakat di tingkat regional,” ujarnya.

Mindray juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan PMI dalam pengembangan teknologi pelayanan kesehatan.

“Mindray siap untuk kerja sama yang lebih mendalam dengan PMI, guna meningkatkan kualitas diagnosis lokal dan menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Peresmian TLA MT-8000 menjadi bagian dari langkah PMI Kota Surakarta dalam menghadirkan pelayanan darah yang semakin modern dan terstandar. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan kecepatan dan efisiensi pemeriksaan, tetapi juga semakin memperkuat jaminan keamanan darah bagi masyarakat.

Bagi PMI Surakarta, kemajuan teknologi pada akhirnya tetap memiliki tujuan utama yang sama, yakni memastikan setiap tetes darah yang disediakan dapat menjadi harapan dan memberikan manfaat bagi kehidupan sesama.

 

Rekomendasi