Ginjal bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh. Karena fungsinya sangat penting, menjaga kesehatan organ ini perlu dilakukan sejak dini agar kemampuannya tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Sayangnya, penurunan fungsi ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Berbagai kebiasaan sehari-hari, mulai dari kurang minum air hingga pola makan tinggi garam, dapat meningkatkan beban kerja ginjal jika dilakukan dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, menjaga kesehatan ginjal tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Perubahan kecil dalam pola hidup sehari-hari dapat membantu mengurangi risiko gangguan ginjal di masa mendatang.
Advertisement
Penuhi Kebutuhan Cairan dan Atur Pola Makan
1. Pastikan tubuh mendapatkan cukup air setiap hari
Air putih berperan membantu melarutkan dan membuang sisa metabolisme melalui urine. Saat tubuh mendapatkan cairan yang cukup, aliran darah menuju ginjal tetap lancar sehingga organ ini dapat menjalankan proses penyaringan dengan lebih optimal.
Sebaliknya, kekurangan cairan dalam waktu lama dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko terbentuknya endapan kalsium oksalat yang berkaitan dengan batu ginjal.
Sebagai panduan umum, kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sekitar delapan gelas atau setara dua liter air setiap hari. Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, terutama bagi orang yang rutin berolahraga atau banyak beraktivitas di lingkungan panas. Warna urine juga dapat menjadi indikator sederhana untuk mengetahui apakah tubuh telah terhidrasi dengan baik.
2. Kurangi konsumsi garam dalam menu harian
Natrium dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga keseimbangan cairan. Namun, konsumsi garam yang berlebihan membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihannya.
Asupan natrium yang tinggi juga dapat meningkatkan volume darah sehingga memicu tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut pada akhirnya memberi beban tambahan pada ginjal.
Untuk membantu menjaga kesehatan ginjal, konsumsi garam sebaiknya dibatasi hingga sekitar satu sendok teh atau sekitar lima gram setiap hari. Sebagai alternatif, gunakan berbagai rempah alami untuk memperkaya cita rasa masakan tanpa menambah banyak garam.
Selain garam dapur, natrium juga banyak ditemukan pada makanan olahan seperti mi instan, sosis, kornet, dan aneka camilan gurih. Memilih bahan makanan segar dan memasak sendiri di rumah menjadi salah satu cara mengurangi asupan natrium harian.
Advertisement
Kendalikan Faktor yang Memengaruhi Fungsi Ginjal
3. Jaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap terkendali
Diabetes dan hipertensi termasuk dua penyebab utama kerusakan ginjal. Kadar gula darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal sehingga kemampuan penyaringan darah menurun secara bertahap.
Tekanan darah yang tinggi juga memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah, termasuk yang terdapat di dalam ginjal. Karena itu, menjaga kedua kondisi tersebut tetap terkendali menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi organ ini.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi gula, rutin memeriksa tekanan darah, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi penderita diabetes atau hipertensi, penggunaan obat sesuai anjuran dokter juga menjadi bagian penting untuk membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
4. Gunakan obat pereda nyeri secara bijak
Obat pereda nyeri yang dijual bebas sering digunakan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan ginjal. Padahal, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, dalam jangka panjang dapat memengaruhi aliran darah menuju ginjal.
Jika digunakan terus-menerus tanpa pengawasan tenaga medis, obat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, termasuk kerusakan akut maupun penyakit ginjal kronis.
Karena itu, selalu baca aturan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter apabila memerlukan konsumsi dalam waktu yang lebih lama. Saat memungkinkan, memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat atau memilih penanganan yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga kesehatan ginjal.