Persiapan Sebelum Berolahraga, Ini 12 Gerakan Pemanasan agar Tubuh Lebih Siap Bergerak

Pemanasan membantu meningkatkan detak jantung, melenturkan otot, dan mengurangi risiko cedera. Berikut 12 gerakan yang mudah dilakukan sebelum olahraga.

Arini Nuranisa
Oleh Arini Nuranisa - Reporter
Persiapan Sebelum Berolahraga, Ini 12 Gerakan Pemanasan agar Tubuh Lebih Siap Bergerak
How to increase height after 18. (Photo: Freepik) (@ 2026 merdeka.com)

Melakukan pemanasan sebelum olahraga merupakan langkah penting untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Rangkaian gerakan ini membantu meningkatkan detak jantung, melancarkan aliran darah, serta membuat otot dan sendi lebih siap bergerak.

Pemanasan yang dilakukan secara bertahap juga dapat meningkatkan suhu tubuh, memperbaiki fleksibilitas, dan membantu mengurangi risiko cedera. Saat tubuh sudah beradaptasi dengan intensitas aktivitas, gerakan selama latihan utama pun dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Secara umum, pemanasan terdiri atas latihan kardio ringan dan peregangan dinamis yang disesuaikan dengan jenis olahraga. Seluruh gerakan berikut dapat dilakukan di rumah maupun di pusat kebugaran sebelum memulai sesi latihan.

1. Berjalan di Tempat

Berjalan di tempat menjadi salah satu bentuk pemanasan paling sederhana, tetapi efektif meningkatkan detak jantung dan memperlancar sirkulasi darah secara bertahap.

Lakukan dengan mengangkat lutut secara bergantian sambil mengayunkan kedua tangan selama 2–5 menit. Setelah tubuh mulai hangat, tingkatkan kecepatan hingga menyerupai jalan cepat.

Gerakan ini cocok dilakukan sebelum jogging, lari, bersepeda, senam, maupun latihan beban.

2. Jumping Jacks

Jumping jacks melibatkan hampir seluruh kelompok otot, mulai dari bahu, lengan, dada, perut, pinggul, hingga kaki sehingga efektif membantu meningkatkan suhu tubuh.

Mulailah dengan posisi berdiri, kaki rapat, dan tangan di samping tubuh. Lompat sambil membuka kedua kaki selebar bahu dan angkat tangan ke atas kepala, kemudian kembali ke posisi awal.

Lakukan selama 30–60 detik atau sekitar 15–20 repetisi, sesuai kemampuan.

3. High Knees

High knees merupakan bentuk lari di tempat dengan lutut diangkat hingga setinggi pinggang. Gerakan ini membantu meningkatkan denyut jantung sekaligus mengaktifkan otot inti, paha depan, betis, dan fleksor pinggul.

Ayunkan kedua tangan mengikuti irama langkah agar koordinasi tubuh tetap terjaga. Awali dengan tempo sedang selama sekitar 30 detik, lalu tingkatkan intensitas secara bertahap.

4. Heel Kicks atau Butt Kicks

Heel kicks dilakukan dengan menendangkan tumit ke arah bokong secara bergantian saat berlari di tempat.

Gerakan ini membantu menghangatkan otot paha belakang, betis, dan pinggul sekaligus meningkatkan koordinasi gerakan kaki.

Pemanasan ini sesuai dilakukan sebelum lari, futsal, sepak bola, maupun olahraga yang melibatkan banyak gerakan sprint.

5. Memutar Bahu (Shoulder Rolls)

Shoulder rolls membantu mengurangi rasa kaku pada bahu dan leher, terutama bagi orang yang banyak duduk atau bekerja di depan komputer.

Berdirilah dengan posisi tegak, lalu putar kedua bahu ke depan sebanyak 5–10 kali. Setelah itu, ulangi gerakan yang sama ke arah belakang secara perlahan.

6. Putaran Lengan (Arm Circles)

Arm circles berguna untuk mengaktifkan otot bahu, lengan atas, siku, hingga pergelangan tangan sebelum berolahraga.

Rentangkan kedua tangan sejajar bahu, lalu putar membentuk lingkaran kecil sebelum memperbesar putarannya secara bertahap.

Lakukan ke arah depan selama 20–30 detik, kemudian ulangi ke arah belakang dengan durasi yang sama.

7. Putaran Pinggul (Hip Circles)

Hip circles membantu meningkatkan mobilitas sendi pinggul yang berperan penting dalam berbagai aktivitas olahraga.

Berdirilah dengan kaki selebar bahu dan tangan di pinggang, lalu putar pinggul membentuk lingkaran besar sebanyak 10 kali searah jarum jam sebelum mengulanginya ke arah berlawanan.

Gerakan ini dapat dilakukan sebelum yoga, pilates, latihan kekuatan, maupun lari.

8. Memutar Pinggang (Torso Twists)

Torso twists berfungsi meregangkan otot pinggang, perut, dan punggung bawah sehingga tubuh terasa lebih rileks.

Berdiri dengan kaki selebar bahu, kemudian putar tubuh bagian atas ke kiri dan kanan secara perlahan sambil menjaga posisi pinggul tetap menghadap ke depan.

Hindari memutar tubuh terlalu jauh agar tidak menimbulkan ketegangan pada punggung.

9. Bodyweight Squats

Squat tanpa beban melibatkan otot paha depan, paha belakang, bokong, betis, dan otot inti sekaligus.

Posisikan kaki selebar bahu, rentangkan tangan ke depan, lalu turunkan tubuh seperti hendak duduk hingga paha sejajar lantai sebelum kembali berdiri.

Ulangi gerakan ini sebanyak 10–15 kali untuk membantu meningkatkan mobilitas lutut dan pinggul.

10. Walking Lunges with Twist

Gerakan ini memadukan latihan keseimbangan, fleksibilitas, serta mobilitas tubuh bagian bawah dan atas.

Ambil satu langkah lebar ke depan hingga membentuk posisi lunge, kemudian putar badan ke arah kaki depan sebelum kembali ke posisi awal.

Lakukan secara bergantian pada kedua sisi. Pemanasan ini sesuai dilakukan sebelum basket, tenis, sepak bola, maupun latihan fungsional.

11. Ayunan Kaki (Leg Swings)

Leg swings membantu meningkatkan fleksibilitas sendi pinggul sekaligus mengaktifkan otot paha depan, paha belakang, dan bokong.

Pegang dinding atau tiang sebagai penyangga, kemudian ayunkan satu kaki ke depan dan belakang selama sekitar 30 detik.

Setelah itu, lakukan ayunan ke arah samping selama 30 detik sebelum berganti menggunakan kaki lainnya.

12. Peregangan Dinamis

Peregangan dinamis merupakan rangkaian gerakan aktif yang mengikuti pola gerakan olahraga yang akan dilakukan.

Gerakan ini dapat dikombinasikan dengan ayunan lengan, langkah maju, rotasi tubuh, maupun variasi lain sesuai jenis latihan.

Melakukan peregangan dinamis selama 5–10 menit sebelum olahraga membantu meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, keseimbangan, sekaligus mempersiapkan tubuh secara menyeluruh sebelum memasuki latihan utama.

Rekomendasi