Cara Membuat Chiffon Ketan Hitam yang Lembut dan Mengembang, Panduan Lengkap untuk Pemula

Chiffon ketan hitam memiliki tekstur ringan dengan aroma santan yang khas. Ikuti resep, teknik, dan tips memanggang agar hasilnya tidak bantat.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Membuat Chiffon Ketan Hitam yang Lembut dan Mengembang, Panduan Lengkap untuk Pemula
Cara Membuat Chiffon Ketan Hitam (AI Generated)

Chiffon ketan hitam menjadi salah satu pilihan kue rumahan yang banyak disukai karena memiliki tekstur lembut, ringan, sekaligus cita rasa khas dari tepung ketan hitam. Perpaduan santan dan ketan hitam menghasilkan aroma yang harum dengan rasa legit yang pas untuk berbagai suasana.

Dibandingkan chiffon cake biasa, varian ini memiliki warna ungu kehitaman alami yang membuat tampilannya semakin menarik. Kue ini cocok disajikan sebagai teman minum teh, hidangan saat arisan, maupun pelengkap acara bersama keluarga.

Meski terlihat sederhana, chiffon ketan hitam membutuhkan teknik yang tepat, terutama saat membuat meringue, menggabungkan adonan, hingga proses memanggang. Dengan langkah yang benar, cake dapat mengembang tinggi, bertekstur fluffy, dan tidak mudah amblas.

Resep Chiffon Ketan Hitam

Resep berikut menghasilkan satu loyang chiffon berdiameter sekitar 21 cm.

Bahan A

  1. 5 butir kuning telur
  2. 40 gram gula pasir halus
  3. 30 gram minyak sayur
  4. 100 gram santan instan
  5. 1/4 sendok teh garam
  6. 60 gram tepung ketan hitam
  7. 40 gram tepung terigu protein rendah
  8. 1/4 sendok teh vanila (opsional)

Bahan B

  1. 5 butir putih telur
  2. 85 gram gula pasir
  3. 1/3 sendok teh cuka masak atau 1 sendok teh air lemon/cream of tartar

Bahan tambahan (opsional)

  1. 50 gram keju cheddar, potong dadu kecil

Langkah Membuat Chiffon Ketan Hitam

1. Siapkan adonan kuning telur

Campurkan kuning telur, gula pasir halus, minyak sayur, santan, garam, vanila, tepung ketan hitam, dan tepung terigu protein rendah ke dalam wadah.

Aduk menggunakan balloon whisk hingga seluruh bahan tercampur rata dan membentuk adonan halus tanpa gumpalan. Sisihkan terlebih dahulu.

2. Buat meringue

Masukkan putih telur ke dalam wadah yang bersih dan bebas minyak.

Tambahkan cuka masak atau air lemon, lalu kocok hingga berbusa. Masukkan gula pasir secara bertahap sebanyak tiga kali sambil terus dikocok hingga mencapai kondisi firm peak atau stiff peak, yaitu saat adonan membentuk puncak kokoh dengan ujung yang masih sedikit melengkung.

3. Gabungkan kedua adonan

Masukkan sekitar sepertiga bagian meringue ke dalam adonan kuning telur, lalu aduk menggunakan teknik folding hingga tercampur rata.

Setelah itu, tuangkan campuran tersebut ke dalam sisa meringue dan lanjutkan teknik aduk balik secara perlahan hingga seluruh adonan homogen tanpa menghilangkan udara yang sudah terbentuk.

Apabila ingin menambahkan keju cheddar, masukkan pada tahap ini dan aduk secukupnya hingga tercampur merata.

4. Tuang ke loyang

Gunakan loyang chiffon tanpa dioles margarin maupun minyak.

Tuangkan adonan hingga sekitar dua pertiga tinggi loyang, kemudian hentakkan loyang sebanyak dua kali untuk mengeluarkan gelembung udara besar.

Rapikan permukaan adonan menggunakan tusuk sate atau lidi dengan gerakan memutar agar rongga udara di dalam adonan berkurang.

5. Panggang hingga matang

Panaskan oven terlebih dahulu.

Panggang adonan pada suhu sekitar 170°C selama 15–20 menit hingga bagian atas mulai mengering.

Keluarkan loyang sebentar, lalu buat satu garis tipis pada permukaan menggunakan pisau tajam (slit) agar pengembangan cake lebih rapi.

Masukkan kembali ke oven dan lanjutkan memanggang pada suhu sekitar 160°C selama 45–50 menit menggunakan api atas bawah atau sesuaikan dengan karakter oven masing-masing.

Lakukan tes tusuk. Jika tusuk sate keluar dalam keadaan bersih tanpa adonan menempel, chiffon cake telah matang.

6. Dinginkan sebelum dilepas dari loyang

Segera keluarkan loyang dari oven setelah matang.

Balikkan loyang menggunakan kaki loyang chiffon atau bantuan botol hingga benar-benar dingin. Langkah ini membantu mencegah chiffon menyusut atau amblas.

Setelah cake dingin, lepaskan dari loyang menggunakan pisau tipis, lalu sajikan.

Tips Membuat Chiffon Ketan Hitam agar Tidak Bantat

Keberhasilan chiffon ketan hitam tidak hanya bergantung pada takaran bahan, tetapi juga teknik selama proses pembuatannya.

Gunakan campuran tepung ketan hitam dan tepung terigu protein rendah agar tekstur cake tetap ringan. Jika seluruh tepung menggunakan ketan hitam, hasilnya cenderung lebih padat.

Kocok putih telur dan kuning telur secara terpisah. Putih telur diolah menjadi meringue, sedangkan kuning telur dicampur bersama bahan cair dan tepung. Gunakan telur yang masih segar agar meringue lebih mudah mengembang.

Santan memberikan aroma yang lebih khas sekaligus membuat tekstur cake terasa lebih lembap. Santan instan maupun santan segar dapat digunakan selama jumlahnya mengikuti resep.

Saat menggabungkan meringue dengan adonan kuning telur, gunakan teknik folding atau aduk balik secara perlahan. Cara ini membantu mempertahankan udara di dalam adonan sehingga chiffon dapat mengembang maksimal.

Loyang chiffon tidak perlu diolesi margarin atau minyak. Permukaan loyang yang kesat membantu adonan naik dengan baik selama proses pemanggangan. Setelah matang, loyang juga harus segera dibalik hingga dingin agar cake tidak turun.

Variasi Chiffon Ketan Hitam yang Bisa Dicoba

Selain resep dasar, chiffon ketan hitam dapat dikreasikan dengan berbagai tambahan bahan sesuai selera.

Potongan keju cheddar menjadi salah satu variasi yang banyak digunakan karena memberikan perpaduan rasa gurih dengan legitnya tepung ketan hitam.

Jika menginginkan aroma kelapa yang lebih kuat, santan segar dapat digunakan sebagai pengganti santan instan.

Untuk menambah variasi rasa dan tekstur, adonan juga dapat dipadukan dengan taburan wijen hitam, meses cokelat, atau sedikit bubuk kayu manis tanpa menghilangkan karakter utama chiffon ketan hitam.

Rekomendasi