DPK BRI Tembus Rp1.580,7 Triliun, Porsi Dana Murah CASA Naik jadi 67,6 Persen

Hingga kuartal II 2026, DPK BRI tercatat sebesar Rp1.580,7 triliun, dengan proporsi dana murah CASA yang meningkat menjadi 67,6 persen.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
DPK BRI Tembus Rp1.580,7 Triliun, Porsi Dana Murah CASA Naik jadi 67,6 Persen
(Foto:Dok.BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan sebutan BRI, berhasil mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun pada akhir Triwulan II 2026. Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 6,7 persen jika dibandingkan dengan DPK sebesar Rp1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Selama periode yang sama, rasio dana murah, yang dikenal sebagai current account saving account (CASA), mengalami peningkatan dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen. Peningkatan ini semakin memperkuat posisi dana murah dalam struktur pendanaan perusahaan, yang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing.

Informasi mengenai pencapaian ini disampaikan oleh Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, dalam konferensi pers yang membahas Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2026. Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting BRI, termasuk Direktur Utama Hery Gunardi dan Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu R.K.

Aquarius menyampaikan bahwa BRI berkomitmen untuk memperluas layanan guna memenuhi beragam kebutuhan transaksi nasabah yang semakin kompleks.

"Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah," tuturnya.

Jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta.

Kepercayaan Nasabah Dorong DPK BRI Capai Rp1.580,7 Triliun hingga Kuartal II 2026
(Gambar: Dokumen BRI)

Peningkatan transaksi yang terjadi didukung oleh layanan digital dari BRI. Sampai dengan akhir Triwulan II 2026, jumlah pengguna aktif aplikasi BRImo tercatat mencapai 22,3 juta. Pada periode yang sama, BRImo berhasil mencatatkan 3,3 miliar transaksi finansial dengan total volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun.

Aktivitas ini mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pendanaan dan pendapatan BRI. Selain itu, kontribusi juga berasal dari BRILink Agen, di mana CASA melalui layanan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 28,6 persen menjadi Rp30,7 triliun. Di sisi lain, pendapatan dari fee income juga meningkat sebesar 16,3 persen, mencapai sekitar Rp915,7 miliar.

BRI tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga berupaya memperluas layanan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Salah satu langkah tersebut adalah peluncuran BRImo Taiwan yang resmi dilakukan pada 23 Agustus 2026. Sejak dilaksanakan soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah berhasil menarik lebih dari 1.460 pengguna.

Layanan mobile banking ini dapat diakses selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Fitur-fitur yang ditawarkan mencakup pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran melalui QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, serta konversi valuta asing dari USD ke NTD.

Aquarius menegaskan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mengintegrasikan layanan seperti BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking ke depannya. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat posisi BRI sebagai bank transaksi utama untuk seluruh segmen nasabah. Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan oleh BRI tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengguna atau banyaknya transaksi.

Aktivitas ini juga bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan nasabah serta meningkatkan dana murah secara organik.

"Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI. Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik," pungkas Aquarius.

Rekomendasi