Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembaruan gempa NTT itu dirilis hingga Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB.
BMKG menyebut total gempa susulan telah mencapai belasan ribu kejadian pada batas waktu tersebut. Lembaga itu juga merekam variasi kekuatan dari yang terkecil hingga yang signifikan.
"Total gempa bumi susulan 14.236," tulis BMKG melalui Instagram.
Menurut BMKG, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2 dan yang terkecil 0,9.
Selain itu, ada 38 kejadian dengan magnitudo di atas 5, dan ratusan kejadian dirasakan masyarakat.
"Gempa susulan dirasakan 184," tulis BMKG.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa di NTT.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan proses pendataan masih berjalan.
"Data per hari ini, jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).
"Namun demikian, ada 87 orang yang meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa bumi," ucap Berton.
Total korban meninggal dunia akibat gempa, baik dampak langsung maupun tidak langsung, berjumlah 135 orang.
Terkait bantuan, BNPB memastikan penyaluran logistik dilakukan melalui dua pintu utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.
"Hingga hari ini, kami sudah menyampaikan 2.165 ton bantuan ke NTT. Bantuan tersebut disampaikan melalui Labuan Bajo dan juga Maumere. Dan ini untuk Labuan Bajo kami sudah menyampaikan 1.379 ton dan untuk Maumere 652 ton," papar dia.
Advertisement
Data Kerusakan Akibat Gempa NTT
Berton memaparkan skala kerusakan infrastruktur yang dilaporkan ke BNPB. Total sementara ada 98.986 rumah warga terdampak dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
"Adapun rumah rusak saat ini kami memperoleh informasi sebesar 98.986 rumah rusak. Dan ini terbagi atas 3 kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan," ucap Berton.
Selain perumahan, kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Data BNPB mencatat 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, serta 663 unit perkantoran terdampak.
BNPB menyebut verifikasi lapangan masih berlangsung untuk memastikan akurasi data rumah rusak yang dilaporkan. Dari total laporan, sebanyak 51.591 rumah telah selesai diverifikasi.
Rincian sementara hasil verifikasi sebagai berikut:
- Rusak Berat: 2.382 unit
- Rusak Sedang: 7.276 unit
- Rusak Ringan: 14.177 unit