Enam Sopir Travel di Kotim Terindikasi Positif Narkoba Jelang Lebaran 2026
Pemeriksaan mendadak terhadap sopir travel di Kotawaringin Timur (Kotim) jelang Lebaran 2026 mengungkap enam sopir terindikasi positif narkoba, memicu kekhawatiran akan keselamatan pemudik.
Sampit, Kalimantan Tengah – Sebanyak enam sopir travel yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terindikasi positif menggunakan narkoba. Temuan ini terungkap setelah serangkaian pemeriksaan kesehatan dan tes urine yang dilakukan oleh Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan dan keamanan para pemudik yang akan menggunakan jasa angkutan umum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kelayakan pengemudi angkutan umum dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Dinkes Kotim), Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Satres Narkoba Polres Kotim), dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur (BNNK Kotim).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menyatakan bahwa pihaknya hanya sebatas melakukan pemeriksaan. Tindak lanjut terhadap para sopir travel yang terindikasi positif narkoba akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang, yakni BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine Intensif
Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026 diaktifkan kembali guna menjamin keselamatan dan keamanan pemudik. Salah satu agenda utamanya adalah melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis serta tes urine bagi para sopir angkutan umum, termasuk kernet. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kelalaian pengemudi, khususnya akibat penyalahgunaan narkoba.
Sebelumnya, pada Jumat (13/3), pemeriksaan serupa menyasar sopir dan kernet bus yang transit di Terminal Patih Rumbih. Dari 28 orang yang diperiksa, delapan orang mengalami tekanan darah tinggi, enam gula darah tinggi, dan tujuh kelebihan berat badan. Namun, hasil tes narkoba pada semua sopir bus tersebut menunjukkan negatif.
Kemudian, pada Sabtu (14/3), kegiatan dilanjutkan di kawasan Islamic Center Sampit dengan target sopir travel atau taksi. Sebanyak 26 sopir travel diperiksa dalam kegiatan ini. Hasilnya, 19 orang mengalami tekanan darah rendah, tiga gula darah tinggi, satu kelebihan berat badan, dan tiga kurus. Yang paling mengkhawatirkan, hasil tes urine menunjukkan enam orang terindikasi positif narkoba.
Tindak Lanjut dan Penanganan Kasus Narkoba
Nugroho Kuncoro Yudho menegaskan bahwa peran Dinkes Kotim dalam kegiatan ini hanya sebatas pemeriksaan. Tindak lanjut terhadap enam sopir travel yang terindikasi positif narkoba diserahkan kepada BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim. Informasi yang diterima, para sopir tersebut akan diberikan surat tidak layak jalan, diwajibkan lapor, serta identitas diri mereka akan dicatat.
Kesepakatan dalam rapat koordinasi sebelumnya menetapkan bahwa BNNK Kotim akan menangani aspek pengguna narkoba, termasuk proses rehabilitasinya. Sementara itu, Satres Narkoba Polres Kotim akan menindaklanjuti untuk pengembangan kasus dan penyelidikan lebih lanjut terkait jaringan peredaran narkoba. Hal ini menunjukkan komitmen serius dari aparat penegak hukum dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah Kotim.
Selain pemeriksaan, Dinkes Kotim juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada para pengemudi. Contohnya, bagi sopir dengan gula darah tinggi yang rentan lelah, disarankan untuk mengurangi makanan tinggi gula, cukup istirahat, dan diberikan obat-obatan seperlunya. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengemudi akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental demi keselamatan perjalanan.
Rencana Pemeriksaan Berkelanjutan
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin dekatnya Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Rencananya, pada Minggu (15/3), pemeriksaan akan dilaksanakan di Kecamatan Kota Besi, kawasan Bundaran Nanas, dengan target sopir travel.
Tidak hanya itu, pada Senin (15/3), kegiatan serupa juga akan menyasar sopir atau driver longboat yang melayani pemudik melalui jalur sungai. Pemeriksaan ini akan dilakukan di dermaga rakyat Jalan Iskandar Sampit. Upaya komprehensif ini diharapkan dapat mencakup seluruh moda transportasi umum yang digunakan masyarakat untuk mudik di Kotawaringin Timur.
Sumber: AntaraNews