Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah menghalangi upaya pihak-pihak tertentu yang ingin menjual industri pertahanan strategis Indonesia kepada pembeli asing. Upaya tersebut dilakukan dengan dalih profitabilitas yang buruk dari perusahaan-perusahaan negara tersebut.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7). Ia membela mati-matian perusahaan pertahanan milik negara yang menurutnya sengaja diabaikan dan dipersiapkan untuk dilikuidasi.
Komitmen Presiden Prabowo untuk membangkitkan kembali industri pertahanan nasional ini menjadi sorotan utama. Langkah ini menunjukkan visi kuat dalam menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa di sektor strategis, serta memastikan keberlanjutan kapasitas pertahanan nasional.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Prabowo dalam Menyelamatkan Aset Pertahanan Negara
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa banyak perusahaan negara yang sebelumnya ingin dijual kepada pihak asing telah berhasil ia cegah. "Ada begitu banyak perusahaan yang seolah-olah ingin dijual kepada asing, saya larang!" tegas Presiden Prabowo.
Ia secara spesifik menyebutkan beberapa perusahaan vital seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT DI yang sebelumnya nyaris dilikuidasi atau dijual. "Dulu industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dimatikan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang semua perusahaan ini kita bangkitkan," tambahnya.
Sebagai mantan Menteri Pertahanan sejak 2019 hingga 2024, Presiden Prabowo memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi dan potensi industri pertahanan nasional. Pengalaman ini membentuk landasan kuat bagi keputusannya untuk melindungi aset-aset strategis tersebut.
Advertisement
Keputusan untuk tidak menjual industri pertahanan ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian alutsista. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai kemandirian dalam produksi alat utama sistem senjata (alutsista) yang modern dan tangguh.
Advertisement
Kebangkitan dan Prestasi Industri Pertahanan di Bawah Defend ID
Presiden Prabowo mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan milik negara yang awalnya ditargetkan untuk dilikuidasi kini tumbuh pesat. Perusahaan-perusahaan ini telah dikonsolidasikan di bawah holding Defend ID sejak tahun 2022.
Salah satu contoh nyata adalah PT Pindad, produsen sistem darat dan senjata, yang berhasil mengamankan kontrak besar dengan Kerajaan Arab Saudi. PT Pindad akan memproduksi senapan dan senapan mesin untuk militer Arab Saudi. Kepercayaan dari negara lain ini membuktikan kualitas dan kapabilitas produk pertahanan buatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, PT PAL Indonesia, perusahaan pembuat kapal milik negara, telah berkembang pesat dari memproduksi kapal rumah sakit hingga membangun kapal tempur dan kapal selam yang sangat canggih. PT PAL sebelumnya sukses membangun kapal selam KRI Alugoro-405 melalui kerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.
Advertisement
Terbaru, PT PAL secara resmi memasuki fase fabrikasi fisik untuk dua kapal selam canggih kelas Scorpene yang dipesan oleh pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan Naval Group Prancis. Tahap pemotongan baja pertama dimulai Juli ini, dengan kedua kapal selam canggih tersebut dijadwalkan akan dibangun sepenuhnya di fasilitas PT PAL di Surabaya. Proyek kolaborasi ini menandai babak baru dalam pengembangan teknologi pertahanan laut Indonesia, memperkuat posisi PT PAL sebagai pemain kunci di industri galangan kapal global.
Sumber: AntaraNews