Wagub Kalbar Dorong ICDN Jadi Penggerak Pembangunan Kalbar, Fokus SDM dan SDA Berkelanjutan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat ajak Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) menjadi penggerak pembangunan Kalbar melalui kontribusi pemikiran, inovasi, dan penguatan SDM. Simak peran strategisnya!
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara tegas mendorong Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk mengambil peran sentral sebagai penggerak pembangunan Kalbar di berbagai sektor strategis. Harapan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I ICDN Dewan Pimpinan Wilayah Kalimantan Barat tahun 2026 yang berlangsung di Sungai Raya pada hari Minggu.
Krisantus Kurniawan menekankan bahwa ICDN, yang beranggotakan para cendekiawan dan akademisi, memiliki potensi besar untuk menyumbangkan pemikiran konstruktif dan solusi inovatif. Kontribusi ini diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Barat demi kemajuan daerah.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat Dayak, khususnya kaum intelektual, tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Hal ini penting untuk memanfaatkan peluang yang semakin terbuka lebar di berbagai bidang.
Peran Strategis Intelektual Dayak dalam Pembangunan
Keberadaan ICDN, yang menghimpun akademisi, profesional, birokrat, dan berbagai kalangan intelektual Dayak, merupakan aset berharga bagi Kalimantan Barat. Organisasi ini dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan berharap ICDN mampu menghadirkan gagasan solutif untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan. Ia menegaskan bahwa kaum intelektual Dayak harus berani tampil sebagai pelaku utama, bukan sekadar figuran, dalam berbagai sektor strategis.
Peluang pembangunan yang terus berkembang harus dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kapasitas SDM dan keberanian berkompetisi. Ini mencakup bidang ekonomi, sosial, politik, hingga pemerintahan, agar ICDN dapat menjadi penggerak pembangunan Kalbar yang efektif.
Peningkatan Kapasitas SDM dan Adaptasi Teknologi Digital
Selain penguatan SDM, Krisantus Kurniawan juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital yang bergerak sangat cepat. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.
Kemampuan literasi digital ini krusial agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan terhindar dari dampak negatif. Dampak negatif tersebut meliputi penyebaran hoaks, judi daring, radikalisme, serta berbagai bentuk penipuan digital yang merugikan.
“Suka tidak suka, kita harus mengikuti perkembangan dunia komunikasi, informasi dan globalisasi yang sarat dengan teknologi,” tegas Krisantus. Ia menambahkan bahwa kualitas SDM harus terus ditingkatkan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan untuk Kemakmuran Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur mengajak ICDN untuk turut mengawal pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Kalimantan Barat. Tujuannya adalah agar SDA tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Kalimantan Barat memiliki kekayaan SDA yang melimpah, dan pengelolaannya harus mengedepankan nilai tambah bagi daerah. Salah satu sektor prospektif adalah pengembangan energi biomassa dari limbah kelapa sawit, seperti cangkang sawit yang selama ini banyak diekspor.
Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang dapat menjadi alternatif pengganti energi fosil, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Kalau batu bara suatu saat bisa habis karena tidak dapat diperbarui. Tetapi biomassa dari kelapa sawit berbeda, ini renewable, bisa terus diperbarui karena ada pohonnya,” jelas Krisantus.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PLN, untuk mendorong pengembangan energi biomassa ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan energi daerah.
Komitmen ICDN Kalbar dalam Kolaborasi Pembangunan
Ketua DPW ICDN Kalbar, Heri Saman, menyatakan bahwa Rakerwil I ICDN Kalbar menjadi momentum penting untuk menyusun arah organisasi. Pembahasan program kerja difokuskan pada tiga komisi utama, yaitu komisi sumber daya manusia, komisi pemerintahan, dan komisi sumber daya alam.
Hasil pembahasan dari ketiga komisi ini akan menjadi dasar pelaksanaan program ICDN Kalbar dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini juga akan memperkuat kontribusi kaum intelektual Dayak bagi kemajuan Kalimantan Barat.
“ICDN merupakan kumpulan cendekiawan Dayak di Kalbar, baik dari kalangan akademisi, politisi maupun profesional. Karena itu kami siap berkolaborasi dan menjadi mitra pemerintah dengan memberikan masukan serta pemikiran untuk pembangunan Kalbar,” ujar Heri Saman.
Melalui Rakerwil ini, ICDN Kalbar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah intelektual. Organisasi ini tidak hanya menghasilkan gagasan strategis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan SDM, pengelolaan SDA berkelanjutan, serta peningkatan daya saing Kalimantan Barat.
Sumber: AntaraNews