Polisi Tangkap Pria Eksibisionis di Depan Anak-Anak
Sebelumnya, IY terekam CCTV melakukan eksibisionis di depan dua anak perempuan di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak & Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA & PPO) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap pria inisial IY (27) terkait kasus pornografi.
Sebelumnya, IY terekam CCTV melakukan eksibisionis di depan dua anak perempuan di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Panit 1 Subdit 3 PPA & PPO Polda Sulsel Inspektur Dua Dani Mopilie mengatakan pelaku ditangkap di Jalan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (19/6).
Dani menyebut pengungkapan berdasarkan hasil rekaman CCTV saat pelaku melakukan eksibisionis di depan dua anak perempuan di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini.
"Jadi kami amankan pelaku terkait tindak pidana pornografi memperlihatkan alat kelamin terhadap anak di bawah umur. Jadi berawal dari viralnya rekaman CCTV terkait perbuatan pelaku memperlihatkan alat kelaminnya sehingga kami bersama tim melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku di kediamannya," ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/6).
Mengaku Baru Sekali
Dani mengatakan modus pelaku melakukan eksibisionis yakni untuk memenuhi hasrat seksualnya. Bahkan, kata Dani, pelaku sempat onani di depan dua bocah tersebut.
"Dia sempat onani, tapi tidak keluar spermanya. Untuk saat ini korban yang kami dapat faktakan korbannya memang anak-anak," kata dia.
Di hadapan polisi, pelaku baru sekali melakukan eksibisionis. Meski demikian, pihaknya akan mendalami keterangan dari pelaku.
"Kami melakukan penyidikan guna pelaku mempertanggungjawabkan dia punya perbuatan. Untuk pelaku kami terapkan pasal 407 ayat (1) tentang pornografi dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun (penjara)," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria melakukan onani di depan dua bocah perempuan di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, viral di media sosial. Akibat kejadian tersebut salah satu bocah mengalami trauma.