Ketua DPP PDIP: Mengapai Partai Lain Begitu Khawatir dengan PDI Perjuangan?
Sistem ketatanegaraan Indonesia memang tidak mengenal oposisi secara formal. Yang ada adalah partai di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus menanggapi pernyataan sejumlah partai politik belakangan ini yang mempersoalkan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang.
“Ada yang menyebut politik dua kaki, ada yang meminta kami tegas di dalam atau di luar pemerintahan. Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya,” kata Deddy pafa wartawan, Minggu (21/6).
Deddy menjelaskan, sistem ketatanegaraan Indonesia memang tidak mengenal oposisi secara formal. Yang ada adalah partai di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.
PDI Perjuangan, lanjutnya, dengan jelas telah menyatakan posisi di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR.
"Ini bukan sikap ambigu, ini adalah mandat Rakernas partai yang sudah kami jalankan secara konsisten. Justru yang perlu dipertanyakan, mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?," tegas Deddy.
Selanjutnya, Deddy menegaskan, jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, ia mempersilakan keluar dari pemerintahan.
"Silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan. Saya ingatkan, di era Presiden SBY dan Jokowi, PDI Perjuangan tidak pernah mempersoalkan posisi partai manapun yang masuk atau tidak dalam kabinet. Kami menghormati pilihan politik masing-masing. Kenapa sekarang malah ramai-ramai partai koalisi sibuk mengurusi internal PDI Perjuangan? Ini tidak berhak dan tidak etis," bebernya.
Sarankan Nasdem dan Demokrat Urus Partai Sendiri
Deddy juga sarankan partai-partai seperti NasDem dan Demokrat fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. "Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru. Lebih baik perbaiki kinerja menteri-menteri mereka di kabinet daripada sibuk menggurui partai lain," ujarnya.
Anggota Komisi II DPR itu mengingatkan, urusan rakyat sangat banyak dan maha penting, seperti listrik, BBM, perburuhan, bansos, UMKM, koperasi, perkebunan, infrastruktur, pangan, ekonomi, perdagangan.
"Saya tegaskan bahwa fungsi DPR bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menjalankan pengawasan terhadap kebijakan dan penggunaan kekuasaan. Jika seluruh fraksi di DPR hanya manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru? Apakah DPR masih dibutuhkan?," tegasnya.
PDI Perjuangan menurut Deddy akan menjadi penyeimbang yang konstruktif, mengkritik dengan bertanggung jawab, dan tetap mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi.
"Itu adalah amanah yang tidak akan kami tinggalkan. Rakyat ingin melihat partai-partai bekerja, bukan sibuk membuat gaduh. Pemilu masih sangat jauh. Fokuslah perbaiki mana yang kurang. Jangan cari kambing hitam untuk kegalauan kalian. Kalau mau cari kurban, ya pas lebaran kemarin," pungasknya.