PDIP Respons Soal Jokowi Bakal Jadi Dewan Pembina PSI: Urusan Selesai, Sudah Dipecat dari Partai
Keputusan politik apa pun diambil Jokowi saat ini bukan lagi menjadi persoalan bagi PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan merespons santai rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menempatkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Dewan Pembina. PDI Perjuangan menegaskan hubungan dengan Jokowi telah berakhir sejak mantan kader partai berlambang kepala banteng itu dipecat dari keanggotaan.
"Memangnya dari dulu dia tidak di PSI? Kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/6).
Deddy menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak lagi memiliki urusan politik dengan Jokowi. Oleh karena itu, keputusan politik apa pun diambil Jokowi saat ini bukan lagi menjadi persoalan bagi PDI Perjuangan.
"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” ujar Deddy.
PDIP Pantau Manuver Jokowi dan PSI
Meski demikian, Deddy mengakui PDI Perjuangan tetap mencermati perkembangan politik PSI ke depan, terutama terkait potensi dampaknya terhadap peta kekuatan partai menjelang Pemilu 2029.
Menurut Deddy, masih terlalu dini untuk menilai apakah keberadaan Jokowi di PSI nantinya akan memberikan pengaruh signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut maupun terhadap PDI Perjuangan.
“Apakah akan berdampak pada PDI Perjuangan? Kita lihat saja nanti karena pemilu masih jauh,” kata Deddy.
Jokowi Segera Berjaket PSI
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus mengatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan segera menerima jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi. Penyematan jaket disebut akan menjadi penegasan posisi politik Jokowi yang tidak lagi bersama PDI Perjuangan (PDIP).
Bestari menyampaikan, kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, menurut dia, pengurus DPP PSI pernah menyematkan jaket partai kepada Jokowi dalam kesempatan sebelumnya meski belum dilakukan secara formal.
"Bahkan kalau melihat ke belakang itu pernah sudah, kawan-kawan dari DPP itu datang, ya tidak formal tapi menyematkan jaket juga sudah pernah dan dipakai oleh Pak Jokowi, pernah itu," kata Bestari kepada Liputan6.com, Sabtu (13/6).
Ia menjelaskan, penyematan jaket secara resmi tinggal menunggu keputusan Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep. Menurut Bestari, momentum tersebut nantinya menjadi simbol yang dapat dipahami publik terkait posisi politik Jokowi saat ini.
"Kalau simbolis daripada itu diharapkan sebagai satu permakluman bagi seluruh masyarakat republik kita ini, ya nanti Ketua Umum yang akan menyematkan itu pada waktu dan tempat yang nanti diputuskan oleh Ketua Umum," ungkapnya.
Bestari bilang Jokowi sejatinya sudah menjadi bagian dari PSI sejak lama. Ia menegaskan bahaa telah berulang kali menyampaikan hal tersebut kepada publik, sementara pengumuman resmi mengenai posisi Jokowi di partai tinggal menunggu waktu.
"Kalau masalah Pak Jokowi sudah di PSI, wah saya sebagai juru bicara PSI sudah berkali-kali menyampaikan Pak Jokowi sudah bersama kita di PSI. Ah, tinggal nanti Ketua Umum yang akan mengumumkan secara langsung posisi beliau dan juga mungkin nanti hal-hal lainnya gitu," jelasnya.
Sikap Politik Jokowi
Dia berujar bahwa sikap politik Jokowi selama ini juga telah menunjukkan kedekatannya dengan PSI. Bestari juga mengingatkan kembali pernyataan Jokowi dalam Kongres PSI yang berjanji akan mendukung penuh dan bekerja keras untuk partai tersebut.
"Harapan kami di PSI dengan niatan yang dilakukan Pak Jokowi ini adalah suatu yang sifatnya adalah pemenuhan terhadap janji yang beliau sampaikan pada Kongres yang menyatakan 'Saya akan mendukung full PSI dan saya akan bekerja keras untuk PSI'. Tidak mungkin kader dari partai lain menyatakan itu, kan begitu?" ujar Bestari.
Safari Jokowi
Lebih lanjut, PSI berharap agenda safari Jokowi ke berbagai daerah nantinya juga dapat menjadi momentum bagi mantan presiden itu untuk menegaskan langsung posisi politiknya kepada masyarakat.
"Kita harapkan Pak Jokowi menyampaikan posisi politiknya bahwa sudah tidak lagi di PDIP tapi sudah ada di PSI bersama kawan-kawan semua yang dikunjungi itu," kata Bestari.